BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Tahanan Tewas Gantung Diri di Rutan Prabumulih, Karutan Zulkifli Bintang Jelaskan

×

Tahanan Tewas Gantung Diri di Rutan Prabumulih, Karutan Zulkifli Bintang Jelaskan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PRABUMULIH – Beredar kabar seorang tahanan meninggal dunia di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Prabumulih dengan gantung diri, pada Jumat (10/5/2024).

Diketahui tahanan yang dimaksud adalah seorang pemuda, MS (31) tercatat warga Gunung Megang Muara Enim yang ditahan terkait perkara pencurian dengan pemberatan pasal 363 KUHP, korban status tahanan pengadilan (A3).

Atas laporan kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Herli Setiawan dan anggota mendatangi lokasi kejadian, tepatnya pada TKP dalam WC Masjid At Taubah Rutan Prabumulih ditemukannya korban MS masih kondisi tergantung dalam toilet itu.

Dalam laporannya pada pimpinan, Kasatreskrim melaporkan bahwa tahanan gantung diri dengan cara baju korban di ikatkan di kayu atap kamar mandi dan dikalungkan dileher korban sendiri dengan berpijak pada ember plastik yang ada di dalam kamar mandi.

Dipastikan pada tubuh korban tidak ditemukan bekas tanda kekerasan. Pada bagian kelamin korban ditemukan bekas cairan sperma korban dan pada hidung korban mengeluarkan ingus, berikutnya korban di bawa ke RSUD Kota Prabumulih untuk dilakukan Visum.

Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Prabumulih Zulkifli Bintang didampingi dua stafnya Iin dan Noval saat diwawancara awak media tidak menampik adanya tahanan yang meninggal dunia karena gantung diri.

Dalam kejadian ini pihaknya mempercayakan sepenuhnya penyelidikan dari Satreskrim Polres Prabumulih yang langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Hasil yang didapat dari lokasi kejadian, bahwa di lokasi kejadian ditemukan korban berada didalam kamar mandi dengan kondisi gantung diri menggunakan baju korban sendiri,” katanya, Sabtu (11/5/2024).

“Kami juga telah menghubungi pihak Kejaksaan, Pengadilan Negeri Prabumulih juga keluarga korban. Jenazah MS sudah dikebumikan oleh keluarga,” tambah pak Bintang.

Lebih jelas Karutan prabumulih menerangkan sebelum kejadian, korban melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Rutan kelas Prabumulih duduk bersebelahan dengan saksi Aman. Setelah Khotib selesai membacakan khutbah korban berkata kepada saksi kalau dirinya batal dan ingin mengambil air wudhu, selanjutnya korban keluar Masjid.

Lanjut dia, sekira jam 13.00 WIB usai sholat Jum’at, Emon selaku kordinator blok B mengapelkan tahanan dan napi yang ada diblok B, saat itu kordinator mengatakan kalau diblok B kurang 1 orang.

“Sehingga dengan beberapa saksi melakukan pencarian, pada saat melakukan pencarian melihat WC masjid dalam keadaan tertutup dan terkunci dari dalam serta,dipanggil-panggil tidak ada jawaban sehingga pintu WC masjid didobrak oleh saksi Julianto, pada saat pintu terbuka para saksi melihat korban sudah dalam keadaan tergantung didalam WC,” papar Zulkifli Bintang.

Masih kata Karutan, atas kejadian tersebut pihaknya juga melakukan pendalaman melalui informasi teman satu kamarnya, memang tidak ada tanda-tanda yang pasti.

“Tapi korban beberapa hari belakangan bercerita bahwa dia (korban MS.red) merasa menjadi anak yang tidak berguna bagi keluarga dan juga orang tuanya sekarang sering sakit sakitan,” tungkas Karutan.