BERITA TERKINI

Tak Ingin Gegabah Hadapi Pilkada Tulungagung 2024, Maryoto: Kita Lihat Dulu Peta Politik di Lapangan

×

Tak Ingin Gegabah Hadapi Pilkada Tulungagung 2024, Maryoto: Kita Lihat Dulu Peta Politik di Lapangan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Provinsi Jawa Timur periode 2018-2023, Drs. Maryoto Birowo, M.M., mengungkapkan bahwa dirinya tak ingin gegabah dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 mendatang.

Menurut Maryoto, ia pun akan melihat secara seksama dinamika politik yang ada di Tulungagung sangat begitu dinamis.

Hal itu diungkapkan Maryoto seusai menghadiri undangan Malam Pisah Sambut dan Ramah Tamah dengan Pengurus Dekopinda dan Insan Koperasi Kabupaten Tulungagung di lantai 2 gedung setempat, Jumat (20/10/2023) Malam.

“Wah, ini saya lihat dulu peta politik di lapangan kayak apa, ya kalau memang memungkinkan ya semua boleh-boleh saja,” ucap Maryoto didampingi Ketua Dekopinda Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, H. Nyadin, MAP.

Maryoto menambahkan ia menyadari dinamika politik itu begitu dinamis, sehingga sebelum memutuskan harus melihat dulu kondisi di lapangan memungkinkan atau tidak.

“Sambil melihat, jadi kita itu harus bisa sambil melihat, jaman sekarang masyarakat itu pinter, artinya mungkin apakah ya kalau suasana memungkinkan atau tidak,” tambahnya.

Menurut Maryoto, sebelum mengakhiri masa jabatannya ia mengaku sering melontarkan sebuah pantun kepada masyarakat.

Saat disinggung pasca purna tugas, Maryoto menjawab kegiatannya lebih banyak dihabiskan di rumah saja dan melakukan silaturahmi kepada teman-teman.

“Jadi pantun itu mengingatkan sebuah kesinambungan masalah silaturahim, misalnya Buah Markisa Buah Semangka, kita berpisah sementara. Berpisah ya disini, ya nanti ketemu lagi,” ujarnya.

“Kegiatan saya itu lebih fokus di rumah saja dan momong cucu, selain silaturahmi dengan teman-teman guna menjalin persaudaraan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Maryoto menjelaskan kegiatan malam ini ia menghadiri undangan dari Dekopinda Kabupaten Tulungagung.

“Jadi, saya ini Pembina daripada Dekopinda karena saya sudah berakhir menjabat, sekaligus pisah pamit dengan para pengurus, makanya sama teman-teman saya diundang,” terangnya.

“Namanya silaturahmi itu tiada putus dimana pun dan kapan pun. Jadi saya harapkan titik beratnya meskipun saya sudah tidak sebagai Pembina lagi ya masih tetap bersama, ya kalau ketemu dijalan saya minta tetap saling menyapa, saya ibaratkan tadi ketemu di pasar Ngemplak ya sampeyan sapa,” pungkasnya.