MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Sosok Heny Sudayat tidak asing lagi bagi masyarakat di daerah perbatasan Republik Indonesia-Malaysia, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Kecintaan pria yang akrab disapa Dayat itu terhadap wilayah perbatasan tidak diragukan lagi. Bahkan untuk menggerakkan roda perekonomian dan pembangunan, Dayat rela mengorbankan tenaga dan materi agar wilayah perbatasan bisa tertata dengan baik, sebagaimana negara tetangga.
“Membangun Kecamatan Badau adalah pilihan saya, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, serta kepedulian saya terhadap pembangunan yang ada pada daerah perbatasan,” ungkap Heny Sudayat saat berbincang – bincang dengan Mattanews.co, Rabu (29/9/2021) siang.
Dayat mengatakan, dirinya merasa prihatin, selama ini masyarakat perbatasan selalu membangga-banggakan objek wisata yang ada di negara tetangga, yakni Hidro atau bendungan batang air.
Oleh karena itu, Dayat punya tekat untuk merubah pola pikir masyarakat, bahwa Indonesia, khususnya wilayah perbatasan Badau juga bisa melakukan hal serupa.
Tekad Dayat tersebut sangat sejalan dengan upaya pemerintah yang selalu mengkampanyekan agar tetap cinta akan produk dalam negeri.
“Maka dari itu saya berniat merubah pola pikir, serta perhatian masyarakat, yang dulu selalu membanggakan Malaysia, menjadi masyarakat yang selalu bangga dengan daerahnya sendiri,” tegasnya.
Bahkan sebaliknya kata Dayat, dengan segala daya dan upaya, dirinyalah yang berkeinginan agar masyarakat Malaysia supaya selalu merindukan wilayah perbatasan di Indonesia.
Akhirnya, dengan segala kemampuannya, Dayat memutuskan untuk membuat terobosan baru, dengan menginisiasi pembangunan objek wisata.
Di mana objek wisata itu diyakini mampu menjadi daya tarik untuk mempromosikan daerah perbatasan Indonesia-Malaysia.
Ia juga bertekad mempromosikan Indonesia dan menegaskan bahwa Indonesia punya potensi yang bisa dikembangkan, untuk menarik wisatawan baik lokal, nasional hingga mancanegara berkunjung ke Kabupaten Kapuas Hulu.
“Saya bangun tempat wisata di daerah perbatasan, dengan nuansa alam yang indah dan saya bangun berbagai wahana tempat bermain untuk anak-anak dan orang dewasa,” ujarnya.
Hal tersebut ia lakukan semata-mata untuk menunjukkan bahwa orang Indonesia mampu mengelola sumber daya yang ada dengan baik.
Konsep pembangunan pariwisata yang digagas Heny Sudayat akan dibangun sefantastis mungkin, agar tidak kalah dengan yang dibangun di perkotaan, atau luar pulau.
“Kita juga membangun kolam renang untuk anak-anak dan orang dewasa. Kemudian tempat bermain kano sampan dan bebek engkol, kolam pemancingan untuk orang dewasa, agro wisata buah-buahan, Monument Tugu Keris terbesar di Kalbar, Monument Ikan Arwana dan sekarang sedang saya bangun juga Gapura seperti di Bali dengan lengkap arcanya,” jelasnya.
Kelengkapan fasilitas lainnya, Dayat membangun juga waterboom dan flying fox yang juga sedang mulai dikerjakan.
“Ini sya Allah akhir tahun ini sudah bisa dimainkan. Di samping itu sirkuit juga sedang saya benahi, sehingga nanti benar – benar memenuhi standar nasional dan bisa untuk mengadakan event seperti Kejurda dan Kejurnas,” jelas Dayat.
Oleh karenanya, dalam kesempatan ini Heny Sudayat mohon doa dari seluruh masyarakat Kapuas Hulu, agar dirinya selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam mewujudkan semua rencana yang telah ia konsep, untuk turut memajukan Kapuas Hulu, Kabupaten paling ujung timur Provinsi Kalbar.
“Maklum semua pembangunan ini saya biayai benar-benar hanya menggunakan dana pribadi saya, makanya mungkin agak lamban karena sambil mencari sambil membangun. Tapi saya selalu bersemangat demi mengangkat harkat dan martabat perbatasan dan Indonesia pada umumnya dimata masyarakat perbatasan serta warga negara tetangga Malaysia,” tuturnya.
Dayat juga berpesan kepada seluruh warga Kapuas Hulu, terutama para generasi muda yang masih enerjik agar turut serta menata pembangunan yang lebih baik, untuk kemajuan Bumi Uncak Kapuas.
“Kapuas Hulu ini bukan hanya milik pemimpin dan para pejabat pemerintah saja, namun Kapuas Hulu adalah rumah kita bersama, maka semua kita wajib untuk turut serta membangun dan memajukan Kapuas Hulu yang kita cintai. Jadilah generasi penerus yang tangguh dan Hebat. Jangan hanya bisa berharap, namun belajarlah menjadi pemuda yang bisa memberikan harapan untuk masyarakat di wilayahnya,” tuntas Heny Sudayat.














