MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Polda Sumatera Selatan terus memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan teknologi serta verifikasi langsung di lapangan. Sistem Terpadu Operasi Karhutla (Stop Karhutla) menjadi instrumen utama yang digunakan untuk memantau dan menindaklanjuti setiap indikasi titik panas secara cepat dan terukur. Palembang, Sabtu (5/9/2026).
Berdasarkan laporan hasil pengecekan darat (ground check) melalui aplikasi Stop Karhutla per Jumat, 4 September 2026, tercatat 623 titik pantauan di wilayah Sumatera Selatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 569 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah (medium), 54 titik pada tingkat kepercayaan rendah (low), dan tidak ditemukan titik dengan tingkat kepercayaan tinggi (high).
Dari total titik pantauan tersebut, sebanyak 306 titik telah ditindaklanjuti oleh tim satgas melalui verifikasi faktual di lapangan. Hasil pengecekan mengonfirmasi bahwa titik-titik tersebut merupakan anomali panas non-kebakaran hutan yang berada di area aktivitas industri berupa penumpukan batu bara (stockpile batu bara).
Sementara itu, 317 titik lainnya masih dalam proses verifikasi dan pemantauan intensif oleh tim patroli satuan wilayah. Langkah tersebut terus dilakukan guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan serta menentukan tindakan yang diperlukan berdasarkan hasil pengecekan.
Sebaran titik pantauan tercatat di sejumlah daerah, yakni Musi Banyuasin sebanyak 152 titik, Ogan Komering Ilir 118 titik, Banyuasin 90 titik, Muara Enim 57 titik, dan Ogan Ilir 43 titik. Data tersebut menjadi dasar bagi jajaran untuk menentukan prioritas pengecekan sekaligus memperkuat patroli di wilayah yang memerlukan perhatian khusus.
Untuk mempercepat proses verifikasi, Polda Sumsel meningkatkan kekuatan personel operasi dari 548 menjadi 1.000 personel gabungan. Personel tersebut disiagakan di 20 posko operasi terpadu untuk memperkuat pemantauan, ground check, patroli, serta respons terhadap potensi karhutla.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, SIK MH, menegaskan pihaknya bergerak aktif menindaklanjuti setiap data yang masuk melalui sistem Stop Karhutla.
“Kami bergerak aktif dan cepat merespons setiap data yang masuk. Dengan penebalan kekuatan hingga 1.000 personel di 20 posko siaga dalam Operasi Aman Nusa 2 Tahun 2026 Polda Sumsel, sisa titik lainnya terus kami telusuri secara intensif agar masyarakat tetap merasa aman, tenang, dan terlindungi,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Mako Satbrimob Polda Sumsel, Jalan Srijaya Negara, Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang.
Menurutnya, proses ground check menjadi bagian penting dalam memastikan data pemantauan berbasis teknologi dapat dikonfirmasi dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Selain itu, jajaran juga dibekali zat formula pemadam api dan metode penyemprotan khusus untuk meningkatkan efektivitas penanganan karhutla.
“Kami mendapat bantuan berupa zat formula cair X-Fire atau Crossfire dari Slog Mabes Polri yang dimana telah melalu uji formula dan uji di lapangan bahwasanya zat tersebut dapat memadamkan api dengan menekan efektivitas api yang juga dapat meminimalisir penggunaan air disaat kondisi kekurangan air di lapangan, 1000 liter air ditambah 200 zat X-Fire Slog Polri lebih efektif dari 5000 liter air murni, jadi kita lebih menghemat air saat di lokasi kebakaran lahan yang lokasi sumber air tidak ada,” ungkapnya.
Selain memperkuat personel, langkah tersebut dilakukan agar setiap titik api yang ditemukan dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Pemantauan dan verifikasi terhadap titik-titik yang belum diperiksa juga terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Selain itu yang tidak kalah penting, yakni metode penyemprotan spiral pada titik api di lahan gambut, sebelumnya kita fokus menyiram titik api tapi ternyata metode penyemprotan dengan metode spiral ini lebih efektif, anggota menyiram dari luar titik api mengitari hingga ke dalam titik api, semacam bentuk pola spiral, ini akan mengurung bara api yang merembat luas hingga berujung memang betul padam,” jelasnya.
Dengan pembekalan zat formula pemadam api serta penerapan metode penyemprotan spiral, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran lahan dapat berjalan lebih efektif sehingga tidak meluas dan memicu kabut asap.
Polda Sumsel juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran di lingkungan sekitar. Sinergi antara teknologi, personel di lapangan, dan kepedulian masyarakat dinilai menjadi kunci menjaga Sumatera Selatan tetap aman dari ancaman karhutla.














