MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Seusai menghadiri Apel Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2023, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Marsono, S.Sos., mengatakan seorang guru memiliki peran penting dalam mengajarkan pendidikan karakter sebagai upaya mendidik anak bangsa.
Pantauan media ini, kegiatan Apel Peringatan HUT ke-78 PGRI dan HGN tahun 2023 ini digelar di halaman parkir kantor Sekretariat PGRI Kabupaten Tulungagung, Selasa (28/11/2023).
Menurut Marsono, kendala yang dihadapi oleh para pendidik di masa era globalisasi dan digitalisasi ini ketika guru menancapkan pendidikan karakter pada murid-murid kadangkala terbentur pada etika dialektika yang terbangun di masyarakat luas.
“Sekarang ini ada tantangan yang harus dihadapi oleh para pendidik di era globalisasi, keterbukaan, dan kebebasan. Sehingga ketika guru untuk menancapkan pendidikan karakter pada siswa kadang-kadang terbentur pada etika dan dialektika yang terbangun di masyarakat luas,” ucap Marsono.
“Contoh riil, kalau masa kecil saya itu dijewer , dicubit pakai penghapus itu sudah biasa. Tapi kalau sekarang jadi problem baru, bisa lapor sana lapor sini tapi itu jangan sampai dijadikan alasan untuk bapak ibu guru untuk putus asa dalam rangka mendidik bangsa, karena gelar seorang guru dari dulu itu pahlawan tanpa tanda jasa,” imbuhnya.
Marsono menambahkan di peringatan HGN ini adalah memberikan satu motivasi kepada peran dan keterlibatan seorang guru dalam membangun karakter bangsa yang waktunya hanya terbatas di wilayah sekolah.
Padahal, jelas dia, sebenarnya itu waktu yang lebih lama setelah pulang dari sekolah, saat di perjalanan hingga sampai kembali ke rumah (Keluarga) ini merupakan tanggung jawab siapa, tapi menurut dia jangan tanya siapa yang salah dalam hal ini.
“Yang benar jawabnya adalah tanggung jawab kita bersama. Peran masyarakat secara luas dalam hal ini memberikan fungsi secara maksimal kepada komite sekolah untuk ikut andil dalam menjembatani peran guru dalam rangka menerapkan konsep pendidikan di para murid-muridnya,” tambahnya.
Menurut Marsono, ia berpandangan bahwasanya selama ini semua persoalan yang muncul mayoritas penyebabnya adalah kurangnya komunikasi yang maksimal antara wali murid, murid, pak guru, dan lembaga yang ada didalamnya adalah komite sekolah.
Karena menurutnya, persoalan semua yang ada di negeri ini terbenturnya hanya masalah komunikasi. Maka ia selalu mengedepankan membangun komunikasi, silaturahmi, kordinasi, konsolidasi selanjutnya sinergi setelah itu terciptalah harmoni.
“Kehidupan ini sebenarnya seperti orkestra siapa dirigennya dalam bikin musik indah, simfoni terbangun musik terdengar dan mengalun indah untuk didengarkan dan rakyat menikmati secara paripurna,” pungkasnya.














