MATTANEWS.CO, MALANG – Memasuki awal tahun baru 2026, beberapa harga Bahan Pokok di Kota Malang mulai mengalami kenaikan, beberapa faktor penyebab kenaikan bahan pokok disebabkan stok barang kebutuhan tersebut mengalami keterlambatan dari distributor.
Pantauan awak media seperti di Pasar Besar Kota Malang harga sembako yang melonjak seperti Beras Premium di Akhir Desember 2025 tercatat dengan harga Rp. 15.068/kg di awal Januari 2026 sudah mencapai Rp. 16.900/kg sedangkan gula pasir harga sebelumnya Rp. 16.429/kg sekarang mencapai Rp. 16.500/kg, Daging Ayam boiler Rp. 26.577/kg mengalami kenaikan Rp. 28.500/kg, Daging Ayam dari Rp. 35.170/kg sekarang mencapai Rp. 40.000/kg.
Pedagang sembako di Pasar Besar Kota Malang, Hj Rohmah menuturkan bahwa kenaikan harga tersebut karena stok yang ada di toko miliknya mengalami keterlambatan pengiriman dari distributor.
“Iya mas sejak akhir Desember stok kami seperti beras premium mulai mengalami keterlambatan pengiriman dari distributor,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang bakal melakukan operasi pasar sebagai upaya menekan kenaikan harga bahan pokok tersebut.
Kepala Diskoperindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan bakal segera melakukan mengecekan kenaikan harga sembako, turun langsung ke seluruh pasar di Kota Malang.
“Makanya nanti kita akan melakukan cek ke pasar, kita akan lihat sekiranya mana saja harga-harga yang mulai naik,” ujar Eko kepada awak media Matta News, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, pihaknya juga akan melakukan operasi pasar bila mana ditemukan harga sembako yang mengalami kenaikan sebelum ramadhan.
“Pastinya kita akan lakukan operasi pasar ya, makanya informasi saya baru tau Informasi hari ini, nanti kita lanjutkan ke staf terkait harga bahan pokok ya,” jelasnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Tugu Tunas Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi menegaskan bahwa akan menjaga stabilisasi pasokan maupun stabilitasi harga melalui program Gerangan Pangan Murah (GPM).
“Kami akan berusaha untuk menjaga stabilisasi pasokan dan stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berkolaborasi dengan Bulog, kemudian carun Pokpan dan distributor -distributor lain seperti beras, minyak, daging, telur,” tuturnya.
Masih kata Slamet yang juga menjabat sebagai Kepala Dispangtan Kota Malang, menyebutkan bahwa untuk memastikan stabilisasi stok dari Tugu Tunas sendiri sudah melakukan kulakan atau belanja langsung ke petani baik dari Kota Malang maupun dari luar kota yang telah disimpan di Tugu Tunas.
“Jika nanti terlalu tinggi gejolak harga, maka daging maupun telur simpanan itu yang kita lepas ke pasaran,” ungkapnya.
Sedangkan untuk Gerakan Pangan Murah bulan Februari juga akan segera dilaksanakan oleh Dispangtan Kota Malang.
“Untuk GPM insyaallah untuk bulan Februari sudah kita laksanakan, kemarin kan menjelang Nataru sampai 31 Desember sudah dilakukan sebanyak 100 kali dilakukan GPM,” tandasnya.














