BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Temui Kejanggalan, Keluarga ODGJ Lapor ke Polda Sumsel

×

Temui Kejanggalan, Keluarga ODGJ Lapor ke Polda Sumsel

Sebarkan artikel ini

* LBH Bima Sakti Minta Kasus ini Dikupas Tuntas

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Merasa ada kejanggalan atas tewasnya Yahya Romadhon (21), yang alami gangguan kejiwaan, kakak kandung korban Ginanjar Suprayogi (40) didampingi penasehat hukumnya dari LBH Bima Sakti, secara resmi melaporkan peristiwa yang menimpa keluarganya itu ke Mapolda Sumsel, Jum’at (13/2/2026) siang.

Dihadapan awak media, warga Jalan Sungai Rengit, Kelurahan Air Baru, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin Sumsel ini menjelaskan dirinya mengetahui musibah ini dari rekannya.

“Jadi, kami sengaja datang kesini untuk membuat laporan polisi atas meninggalnya adik klien kami, diduga tewas tidak wajar. Karena ditubuhnya banyak terdapat luka lebam, gores bahkan tusukan,” papar Direktur LBH Bima Sakti M Novel Suwa didampingi Wakilnya Conie Pania Putri selaku kuasa hukum keluarga korban.

Dijelaskan M Novel Suwa, kejanggalan demi kejanggalan terlihat jelas di foto-foto bahkan video persis di area Perkebunan Kelapa Sawit milik PT Mitra Aneka Rezeki (MAR). Dalam gambar tersebut, korban yang belum meninggal dikelilingi pekerja dan security perkebunan Kelapa sawit itu.

“Kami dapatkan foto-foto adik klien kami yang dalam sempoyongan, seakan dipaksa berdiri oleh beberapa pria, yang kami duga pekerja kebun kelapa sawit. Selain itu, ada juga foto korban ada di rumah warga, dalam posisi sedang diberi makan dan saat itu korban terlihat masih baik-baik saja,” urainya.

Novel menambahkan, pihaknya mengetahui korban meninggal saat sudah berada di Masjid Nurul Huda, menurut rencana korban hendak dilakukan pemakaman.

“Ironis sekali, seharusnya ketika ada korban meninggal dunia dibawa ke rumah sakit, bukan dibawa ke masjid untuk dimakamkan. Terkesan ada yang ditutup-tutupi. Disinilah letak kejanggalannya. Kami berharap kasus ini diusut tuntas, agar keluarga korban mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Ditambahkan Conie Pania Putri, korban memang mengalami gangguan kejiwaan atau mengalami depresi berat sejak tahun 2023 lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari Puskesmas Sukajadi dan riwayat berobat korban.

“Kami memegang surat keterangan yang dikeluarkan puskesmas Sukajadi, bahwa korban mengalami depresi, jadi sepertinya tidak akan ada perbuatan-perbuatan kriminal, atau sengaja mengambil barang yang bisa merugikan pihak perusahaan,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Pulau Rimau, Iptu Yusri Meriansyah ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat ODGJ asal Desa Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, bernama Yahya Rahmadhan (21).

“Kini korban telah dijemput keluarganya. Pada saat mengambil jenazah ODGJ tersebut, pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas,” tandasnya.