BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Tenang di Perantauan, Anita Peduli Kesehatan Lewat Skrining Riwayat Kesehatan

×

Tenang di Perantauan, Anita Peduli Kesehatan Lewat Skrining Riwayat Kesehatan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG – Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan kini semakin meningkat di kalangan masyarakat Indonesia. Melalui fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan pada Aplikasi Mobile JKN, masyarakat dapat mengecek kondisi tubuh sebagai langkah awal mencegah penyakit.

Manfaat dari Skrining Riwayat Kesehatan telah dirasakan oleh Anita Wati (19) seorang mahasiswi STIKes Bustanul Ulum Langsa. Anita menilai layanan digital tersebut berperan penting dalam meningkatkan kesadaran kesehatan peserta JKN.

“Menurut saya dengan adanya skrining riwayat kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN, saya jadi bisa mengetahui kondisi kesehatan saya lebih awal. Kita tidak perlu menunggu sakit dulu baru ke fasilitas kesehatan karena penyakit bisa datang kapan saja, bahkan tanpa gejala. Jadi dengan adanya fitur Skrining Riwayat Kesehatan saya bisa mengetahui penyakit apa saja yang kemungkinan dapat terjadi,” ucap Anita, Sabtu (11/4/2026).

Menurut Anita, jika skrining bukan hanya mengisi data. Menurutnya, proses skinning mudah dan dapat dilakukan kapan pun. Menurutnya, tidak rugi menjadi peserta JKN.

“Aplikasi Mobile JKN sangat praktis. Skrining bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa harus antre atau datang langsung ke fasilitas kesehatan. Waktu yang dibutuhkan pun hanya 5-10 menit. Bisa sambil santai atau dengan beraktivitas. Pertanyaan yang diisi juga mudah. Isikan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Hasil yang diberikan akan menjadi pantauan kesehatan kita,” kata Anita.

Lebih jauh, mengaku sangat terbantu dengan berbagai layanan kesehatan yang diperoleh selama menjalani studi jauh dari keluarga. Sebagai mahasiswa perantau dan tinggal diasrama, Anita menyadari bahwa kesehatan menjadi kebutuhan penting agar dapat menjalani perkuliahan dengan baik.

“Saya jadi merasa lebih tenang. Setidaknya, saya tahu kondisi kesehatan saya dan bisa mulai memperbaiki kebiasaan hidup menjadi lebih sehat. Kalau tubuh kita sehat, pikiran juga jadi lebih tenang. Keluarga pun tentu merasa lebih tenang melepas saya berkuliah diluar kota,” ungkap Anita.

Dirinya menuturkan bahwa pengalaman ini membuatnya semakin sadar mengenali kondisi tubuh sejak dini. Bagi Anita, skrining bukan sekadar prosedur saja.

Menurutnya ini adalah langkah awal yang membuka mata tentang betapa berharganya kesehatan.

“Skrining itu gratis, cepat, dan bisa menyelamatkan nyawa. Jangan anggap remeh. Saya berharap semakin banyak peserta JKN yang memanfaatkan fitur skrining riwayat kesehatan ini. Jika risiko bisa dideteksi lebih awal, tentu penanganannya juga dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” tukas Anita.