BERITA TERKINI

Terbentur di Prosotan Kolam D”Poll, Gadis SMP Masih Jalani Perawatan di RS Bunda

×

Terbentur di Prosotan Kolam D”Poll, Gadis SMP Masih Jalani Perawatan di RS Bunda

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PRABUMULIH – Keceriaan Aura Salbila yang tengah bermain di Kolam Renang D’Pool Gunung Ibul Barat Kota Prabumulih berubah jadi musibah buat sang gadis belia yang masih duduk di bangku SMP itu.

Pasalnya, saat Aura menuruni seluncuran air, kepalanya terbentur jalur prosotan yang terbuat dari beton semen, Sabtu (1/7/2023) siang.

Alhasil ia mengalami sakit kepala bagian belakang dan segera dilarikan ke RS. Bunda Prabumulih.

Awak media bertandang ke RS Bunda, salah satu keluarga pasien yang enggan disebut namanya dan tengah menjaga Aura di kamar perawatan bercerita bagaimana kejadian itu.

“Ya anak kami main prosotan kepalanya terbentur, kami panik dan kami bawa ke rumah sakit ini tanpa ada pertolongan dari pihak kolam. Sekarang sudah hari ke empat alhamdulillah anak kami berangsur sehat,” sebutnya, Selasa (4/7/2023).

Akunya dia, pada kejadian itu tidak ada pertolongan pertama dari pihak pengelola kolam.

“Kami teriak histeris karena panik, bukannya menolong salah satu pengelola D’pool mengatakan kalau anak kami mengindap epilepsi. Tadi siang rekam medis menyatakan anak kami negatif epilepsi, tapi biarlah yang terpenting anak kami sehat soal biaya pengobatan bisa kita cari,” ungkapnya sembari menunjukan rekam medis pada wartawan.

Sementara, melalui sambungan telepon dengan Eka D’Pool pemilik kolam itu mengatakan dirinya saat ini masih kerja tugas medis di sebuah Rumah Sakit dan suaminya tugas luar.

“Kalau mau ketemu saya nanti pas istirahat kerja atau habis jam kerja jika perlu datang kembali ke D’pool jam setengah lima sore,” tandasnya.

Terhubung kembali sore ini melalui sambungan telepon, Eka Owner D’poll mengetahui kejadian tersebut 10 menit usai kecelakaan atas laporan pegawainya.

“Anak tersebut waktu di perosotan iya lari lari kami ada rekaman cctv nya. Pada hari kejadian itu keluarga korban teriak teriak ancam mau viral kan kami, tapi hal itu kami maklumi,” sebut Eka.

Atas kejadian tersebut, Jurnalis portal ini dan rekan coba meminta sedikit keterangan melalui Dinas Pariwisata dan Sintap Prabumulih. Sampai berita ini ditayangkan belum ada pemaparan terkait izin juga ketentuan katagori kolam termasuk beresiko tinggi, 2 Kepala Dinas tersebut tengah dalam tugas Dinas luar.