BERITA TERKINI

Terkait Belasan Siswa Sakit Usai Diduga Konsumsi MBG, Ini Kata Kasi SPPG Kapuas Hulu

×

Terkait Belasan Siswa Sakit Usai Diduga Konsumsi MBG, Ini Kata Kasi SPPG Kapuas Hulu

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Kepala Seksi SPPG sekaligus Koordinator Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kapuas Hulu, Soni Deviandi Putra angkat bicara terkait dugaan sejumlah pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Putussibau Selatan mengalami gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi menu MBG, Selasa (4/11/2025).

Sampai saat ini, Soni mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian tersebut. Namun saat ini sampel makanan telah diambil oleh tenaga medis untuk diuji di laboratorium RSUD dr. Achmad Diponegoro Putussibau.

“Kita tetap evaluasi. Saya belum berani menyampaikan apapun karena masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dari rumah sakit,” jelasnya.

Menurutnya, berbagai kemungkinan masih perlu ditelusuri, termasuk potensi anak-anak mengonsumsi jajanan lain di luar sekolah.

“Kita juga tidak tahu, apakah anak-anak tersebut sebelumnya jajan apa. Itu sudah kami sampaikan juga agar ditanyakan oleh pihak sekolah,” tambahnya.

Soni memastikan seluruh biaya perawatan siswa yang terdampak akan ditanggung oleh penyelenggara program MBG.

“Pengobatan anak-anak 100 persen ditanggung oleh kami,” tegasnya.

Ia menyebut bahwa tata kelola dapur SPPG dan penyediaan menu MBG selama ini tetap mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Mulai dari pemilihan bahan baku, jam memasak, proses pencucian, hingga penyajian selalu melalui standar pengawasan.

Selain uji sampel, pihaknya juga akan mengecek rekaman CCTV di lokasi pengolahan makanan untuk memastikan tidak ada kesalahan prosedur.

“BGN ini sudah punya juknis. Selama juknis dijalankan, Insyaallah semua aman. Nanti CCTV juga akan kami periksa untuk melihat kronologinya,” ungkap Soni.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG di Kapuas Hulu baru berjalan sepekan pada tahun ini. Beberapa persyaratan legalitas seperti sertifikasi SLHS, halal, dan standar keamanan pangan lainnya sedang dalam proses pemenuhan.

“Ini kan baru jalan tujuh hari di sekolah tersebut. Semua sertifikasi keamanan pangan juga terus kami kejar,” ucapnya.

Meski demikian, Soni menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan kondisi kesehatan siswa terdampak dan menunggu hasil laboratorium sebelum mengambil langkah lanjutan.

“Yang terpenting saat ini anak-anak pulih dulu. Hasil ini tentu akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” tutupnya. (*)