Tersebar Meme Terkait Dugaan Korupsi Masjid, Alex Noerdin Akan Lapor ke Polisi

  • Whatsapp
Alex Noerdin melalui kuasa hukumnya Redho Junaidi dan Kiagus Riduan Said dari Kantor Advokat Polis Abdi Hukum akan melaporkan permasalahan ini kepada aparat penegak hukum (Dede Febryansyah / Mattanews.co)
Alex Noerdin melalui kuasa hukumnya Redho Junaidi dan Kiagus Riduan Said dari Kantor Advokat Polis Abdi Hukum akan melaporkan permasalahan ini kepada aparat penegak hukum (Dede Febryansyah / Mattanews.co)

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin gerah dengan munculnya gambar meme.

Gambar yang tersebar melalui aplikasi WhatsApp tersebut, menampilkan foto dirinya, yang dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya.

Bacaan Lainnya

Alex Noerdin melalui kuasa hukumnya Redho Junaidi dan Kiagus Riduan Said dari Kantor Advokat Polis Abdi Hukum akan melaporkan permasalahan ini kepada aparat penegak hukum. Serta akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Sebelumnya, kami yang telah mendapatkan kuasa dari klien kami sudah lebih dulu melakukan konseling kepada penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang. Dan dalam waktu dekat bakal melaporkan kasus ini ke kepolisian,” ujar Redho, Rabu (14/4/2021).

Dari penjelasan kliennya, pertama kali pertama dirinya mendapatkan kiriman potongan layar atau screenshot pesan singkat WhatsApp, Jumat (9/4/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dalam kiriman screenshot grup WA KONI Sumsel 2021-2024 tersebut, terdapat foto Alex Noerdin yang diduga tengah diwawancarai awak media.

Namun di dalam foto tersebut diedit, seolah-olah ada perbincangan antara Alex dengan wartawan yang tengah mewawancarainya.

Isi percakapan tersebut bertulis β€œBalekkela mang duit masjid tu, tebuang kau,” dan dibalas dengan jawaban β€œCakmano Lur La abis”.

“Hal inilah yang sangat disayangkan oleh klien kami, yang merendahkan harkat dan martabatnya. Seolah-olah yang dengan sengaja membuat meme tersebut mendahului proses hukum yang saat ini tengah berjalan,” ujarnya.

Dalam laporannya nanti, Redho menyebut akan melaporkan si pembuat dan penyebar meme tersebut dengan Pasal 45 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mengenai pencemaran nama baik.

Meskipun kasus tersebut akan dilaporkan ke aparat kepolisian, Redho tidak menutup kemungkinan ada penyelesaian permasalahan secara kekeluargaan, jika pelaku beritikad baik.

“Terlebih di bulan Ramadan ini, tapi ini sekaligus sebagai efek jera terhadap pihak-pihak lain agar bijak dalam bersosial media,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait