BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Tidak Ada Jalan, Satgas TMMD 1206 Putussibau Angkut Harapan Masyarakat Belatung Pakai Perahu 

×

Tidak Ada Jalan, Satgas TMMD 1206 Putussibau Angkut Harapan Masyarakat Belatung Pakai Perahu 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU
Di wilayah perbatasan, membangun bukan perkara mudah. Tidak ada truk tronton. Tidak ada jalan mulus. Yang ada hanya sungai, perahu, lumpur, dan semangat gotong royong yang menyala.

Kamis, 16 Juli 2026. Itulah potret nyata perjuangan Satgas TMMD Reguler Perbatasan ke-129 Kodim 1206/Putussibau bersama masyarakat Desa Belatung, Kecamatan Embaloh Hilir. Sejak pagi, mereka sudah turun ke tepian sungai. Bukan untuk mancing. Tapi untuk mengangkut harapan.

Ratusan sak semen, besi beton, kayu, seng, pinguin dan perlengkapan bangunan lainnya baru saja tiba. Karena akses darat terbatas, semua material harus diturunkan secara manual.

Di sinilah terlihat jelas kemanunggalan TNI-Rakyat. Anggota Satgas dan warga Desa Belatung membentuk barisan. Bahu-membahu mengangkat dan menurunkan material dari kendaraan ke tempat penyimpanan sementara.

Medan yang menantang dan terik matahari tidak menyurutkan semangat. Justru semakin membuat mereka kompak.

“Kegiatan tersebut juga mencerminkan nilai-nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi ruh pelaksanaan program TMMD,” kata Komandan Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Dansatgas TMMD) Letkol Arm Andreas Prabowo Putro.

Ia ceritakan setelah diturunkan, perjuangan belum selesai. Tahap berikutnya memuat material ke atas perahu.

“Ya, sungai adalah satu-satunya akses utama menuju lokasi sasaran fisik TMMD di Desa Belatung. Dengan penuh kehati-hatian, para prajurit bergantian mengangkat karung semen 50 kg, menyusun besi, dan menata kayu agar tidak jatuh saat di perjalanan, “cerita Dansatgas.

Akan tetapi, kata Dansatgas kekompakan terlihat jelas. Ada yang menarik, ada yang mendorong, ada yang mengatur keseimbangan muatan di atas perahu.

“Semua dilakukan demi satu tujuan material sampai dengan selamat. Pengangkutan material melalui jalur sungai menjadi tantangan tersendiri, “ungkapnya.

Kemudian dengan kerja sama yang baik dan semangat gotong royong, seluruh material dapat dimuat dengan aman untuk selanjutnya dibawa ke Desa Belatung.

“Material yang telah tiba harus segera diturunkan agar pekerjaan fisik dapat berjalan sesuai jadwal. Semangat masyarakat sangat luar biasa, sehingga pekerjaan terasa lebih ringan dan cepat terselesaikan,” ujarnya.

Bagi Satgas, dukungan warga adalah kunci. Tanpa partisipasi masyarakat, mustahil target pembangunan bisa dikejar. Dan tanpa semangat TNI, mustahil warga sekuat ini.

“Aksi gotong royong ini adalah bagian dari TMMD Reguler Perbatasan ke-129 Kodim 1206/Putussibau yang tahun ini memusatkan sasaran di jalur penghubung Desa Ulak Pauk menuju Desa Belatung, “terang Letkol Arm Andreas.

Namun di atas semua itu, TMMD punya misi terbesar mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui budaya gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian dalam membangun desa.

“Saat perahu-perahu berisi material akhirnya berangkat mengarungi Sungai Embaloh, pemandangan itu menjadi simbol. Simbol bahwa pembangunan di perbatasan tidak menunggu sempurna. Pembangunan dijemput dengan apa yang ada, “ucapnya.

Letkol Arm Andreas menambahkan dengan kerja keras seluruh personel Satgas dan dukungan masyarakat, Kodim 1206 Putussibau berharap seluruh sasaran TMMD Reguler Perbatasan ke-129 dapat terlaksana optimal.

“Karena di akhir program nanti, yang diharapkan bukan hanya jalan yang terbuka. Tapi juga kesejahteraan warga Desa Belatung yang meningkat, dan hubungan TNI-Rakyat yang semakin erat, “pungkasnya mengakhiri. (*)