MATTANEWS.CO,KAPUAS HULU – Langkah mereka serempak. Sepatu PDL berdentum di atas tanah Taman Makam Pahlawan Manalo Marajuang Putussibau. Tapi yang terdengar paling nyaring adalah keheningan.
Kamis, 16 Juli 2026. Tepat di hari peringatan HUT Ke – 68 Komando Daerah Militer (Kodam ) XII/Tanjungpura, Taman Makam Pahlawan Manalo Marajuang, Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu berubah menjadi lautan loreng dan kebaya.
Bukan upacara biasa. Ini adalah janji. Janji dari anak-anak bangsa kepada para pendahulunya.
Kodim 1206/Putussibau bersama Batalyon Infanteri 644/Walet Sakti dan Batalyon TP 927/UK, lengkap dengan Persit Kartika Chandra Kirana dari masing-masing satuan, menggelar ziarah rombongan secara bersinergi.
Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB
Kepala Staf Kodim atau Kasdim 1206/Psb, Mayor Inf Eryadi maju ke depan, memimpin upacara mewakili Dandim Letkol Arm Andreas Prabowo Putro 1206/Putussibau.
Di hadapan monumen utama, barisan prajurit dari 3 satuan berdiri tegak. Di belakangnya, ibu-ibu Persit dengan pakaian hijau, wajah penuh khidmat.
Komando penghormatan menggema. Lalu… hening.
Seluruh peserta mengheningkan cipta. Menunduk. Mengenang. Di detik-detik itu, seolah terdengar bisik para pahlawan: “Jaga negeri ini…”
Suasana sakral menyelimuti seluruh area makam. Tidak ada canda. Tidak ada riuh. Hanya angin dan rasa hormat yang begitu dalam atas pengorbanan para kusuma bangsa yang gugur demi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Memasuki prosesi inti, karangan bunga besar diusung.
Dengan langkah tegap, karangan bunga diletakkan di monumen utama TMP Manalo Marajuang. Simbol duka, simbol terima kasih, simbol bahwa jasa mereka tidak akan pernah dilupakan.
Setelah itu, aba-aba berganti. Kini giliran tabur bunga.
Inilah momen paling mengharukan.
Satu per satu, perwira, prajurit Yonif 644/Wls, prajurit Yon TP 927/UK, dan jajaran ibu-ibu Persit berjalan menuju pusara. Mereka menabur bunga di atas nisan para pahlawan.
Tak ada sekat Kodim, Yonif, atau Yon TP. Tak ada beda pangkat. Di atas makam pahlawan, semua sama. Sama-sama anak bangsa. Sama-sama pewaris semangat.
Bunga melati putih dan mawar merah jatuh satu persatu. Seakan mewakili doa yang dipanjatkan: “Terima kasih, pahlawanku. Kami akan lanjutkan perjuanganmu.”
Kasdim 1206 Putussibau, Mayor Inf Eryadi dalam keterangannya menegaskan makna besar di balik kegiatan ini.
“Kegiatan ziarah ini bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan untuk menyambut HUT Kodam XII/Tanjungpura semata, “tuturnya.
Karena menurut Kasdim, langkah ini menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai nasionalisme, memperkokoh jiwa korsa, serta meneladani semangat patriotisme yang telah diwariskan oleh para pendahulu TNI.
Lebih dari itu, sinergi 3 satuan di wilayah perbatasan Kapuas Hulu ini adalah pesan kuat. Pesan bahwa soliditas TNI di ujung negeri tetap terjaga.
“Diharapkan seluruh prajurit terus berkomitmen memberikan pengabdian terbaiknya kepada masyarakat, bangsa, dan negara, “ucapnya.
Lanjut Kasdim, di usia itu, Kodam telah melahirkan banyak prajurit hebat yang menjaga perbatasan dari Sambas hingga Kapuas Hulu.
“Dan hari ini, di Manalo Marajuang, generasi penerusnya datang untuk belajar. Belajar tentang ikhlas. Belajar tentang berani. Belajar tentang setia sampai titik darah penghabisan, “tuturnya.
Disisi lain, kehadiran Persit KCK juga menambah makna. Karena di balik prajurit yang kuat, ada perempuan-perempuan tangguh yang setia mendoakan dan mendukung.
Dari tanah TMP Manalo Marajuang, 3 satuan TNI dan keluarga besar Persit pulang dengan dada yang lebih tegak. Dengan tekad yang lebih kuat.
“Karena mereka tahu, menjaga perbatasan bukan hanya soal patroli dan senjata. Tapi juga soal menjaga ingatan. Menjaga sejarah. Menjaga nilai.
Di HUT Ke-68 ini, Kodam XII/Tanjungpura kembali diingatkan. Bahwa besarnya sebuah komando, diukur dari besarnya penghormatan kepada para pendahulunya, “tutup Kasdim 1206/Psb Mayor Eryadi. (*)














