MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG –
Perjuangan cabang olahraga bola voli Aceh Tamiang menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) Aceh 2027 mendapat apresiasi dari Hendriko Lubis, salah satu calon Ketua KONI Aceh Tamiang. Apresiasi tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras insan olahraga yang telah berjuang mengantarkan tim voli Aceh Tamiang melewati tahapan Pra-PORA dan memastikan tiket menuju PORA Aceh yang akan dilaksanakan pada Mei 2027.
Pernyataan tersebut disampaikan Hendriko Lubis di PEMDA KUPI, Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Kamis (8/10/2026). Secara khusus, Hendriko menyampaikan apresiasi kepada Ketua Cabor Bola Voli Aceh Tamiang, Muhammad Yunus, S.Pd., juga Anggota DPRK Aceh Tamiang melalui M. Dirham alias Bogem, selaku pelatih voli Aceh Tamiang, atas upaya dan dedikasi mereka dalam mempersiapkan tim menghadapi persaingan olahraga tingkat Aceh.
Menurut Hendriko, keberhasilan meloloskan cabang olahraga ke PORA bukanlah sesuatu yang datang secara instan. Di balik hasil tersebut terdapat proses panjang, mulai dari pembinaan atlet, latihan, kedisiplinan, strategi pertandingan hingga keberanian untuk menghadapi tekanan kompetisi. Karena itu, perjuangan para pengurus, pelatih dan atlet harus mendapatkan perhatian serta penghargaan yang layak.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Ketua Cabor Volley Aceh Tamiang, Muhammad Yunus, S.Pd., melalui saudara M. Dirham alias Bogem selaku pelatih. Apa yang telah dilakukan merupakan bagian penting dari perjuangan olahraga Aceh Tamiang. Lolos ke PORA adalah hasil dari kerja keras dan proses yang tidak mudah,” ujar Hendriko.
Hendriko menegaskan bahwa PORA 2027 harus menjadi momentum untuk membuktikan bahwa Aceh Tamiang memiliki potensi atlet yang mampu bersaing di tingkat Aceh. Menurutnya, tiket menuju PORA bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar untuk mempersiapkan atlet agar tampil maksimal dan membawa nama baik daerah.
Ia juga menilai keberhasilan cabang olahraga seperti voli harus menjadi perhatian dalam arah pembinaan olahraga ke depan. Pengurus cabang olahraga, pelatih dan atlet membutuhkan dukungan yang berkesinambungan, bukan hanya ketika kompetisi berlangsung. Pembinaan yang terencana, transparan dan berorientasi pada prestasi dinilai menjadi kunci untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Aceh Tamiang.
“Kita jangan hanya melihat medali ketika atlet sudah menang. Kita harus melihat proses sejak mereka berlatih, berjuang dan mempersiapkan diri. Karena prestasi lahir dari proses yang panjang. Saya berharap perjuangan tim voli Aceh Tamiang terus mendapatkan dukungan hingga PORA Aceh 2027,” tegas Hendriko.
Bagi Hendriko, keberhasilan voli Aceh Tamiang melangkah ke PORA 2027 merupakan sinyal bahwa potensi olahraga daerah masih sangat besar. Tinggal bagaimana seluruh pemangku kepentingan olahraga mampu membangun sinergi, menjaga pembinaan dan memberikan ruang yang lebih besar kepada atlet untuk berkembang.
Dengan semangat tersebut, Hendriko berharap perjuangan Muhammad Yunus, S.Pd., Dirham alias Bogem, para pelatih, pengurus dan seluruh atlet voli Aceh Tamiang tidak berhenti pada keberhasilan lolos Pra-PORA. Target berikutnya adalah mempersiapkan tim sebaik mungkin menghadapi PORA Aceh Mei 2027.
“Aceh Tamiang tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi datang dengan tekad untuk memberikan prestasi terbaik bagi daerah,” pungkasnya.














