BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Tindak Lanjut Banpol dan Viral di Medsos, 13 Pemalak Meresahkan Diamankan Polisi

×

Tindak Lanjut Banpol dan Viral di Medsos, 13 Pemalak Meresahkan Diamankan Polisi

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Menindaklanjuti adanya pengaduan masyarakat melalui ‘Banpol’ dan viral di media sosial, Opsnal Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil menjaring 13 pemalak yang meresahkan masyarakat, khususnya para sopir saat melintas di Jalan Soekarno Hatta Kecamatan Sukarami Palembang dan Jalan Macan Lindungan, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Rabu (5/7/2023).

“Dari 13 pelaku yang diamankan, sembilan diantaranya masih dibawah umur, sisanya dewasa, termasuk satu perempuan. Sedangkan dari sembilan yang terbilang dibawah umur ada tiga wanitanya,” jabar Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono melalui Kasat Reskrim, AKBP Haris Dinzah, saat press release.

Dijelaskan Kasat Reskrim, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban yang merasa dirugikan, baik itu pencurian, pemerasan ataupun penganiayaan.

“Korbannya rata-rata sopir luar kota. Meskipun tidak ada laporan resmi dari pihak kepolisian, rombongan anak muda ini tetap dilakukan pembinaan di Dinsos dan pengawasan polisi selama satu tahun. Jika masih membandel, kita akan tentukan lagi langkah berikutnya, barulah kita kembalikan kepada orang tuanya,” ujar AKBP Haris Dinzah.

Dijabarkan bapak berpangkat melati dua ini, modus yang kerap dilakukan dua komplotan remaja ini tidak lain, menjadikan wanita sebagai pancingan untuk menggedor kaca mobil, ketika dibuka, pelaku laki-laki yang mengambil barang seperti handphone atau meminta sejumlah uang.

“Ada juga meminta uang secara paksa, bertarif Rp 20 ribu hingga mencapai Rp 50 ribu. Namun, sering juga komplotan ini melakukan kekerasan terhadap sopir, jika tidak dapat memenuhi permintaannya,” ungkap AKBP Haris Dinzah.

Sementara, pihak Dinsos Kota Palembang, Venty menjelaskan, anak-anak dibawah umur ini nantinya akan kita lakukan pembinaan, baik itu religi, keterampilan dan lainnya.

“Rutinnya sudah pasti pagi olahraga bersama, setelah itu kita berikan anak-anak ini keterampilan, sesuai dengan kemampuannya, seperti mengelas, membuat kerajinan tangan dan lainnya,” urai Venty.

Venty juga menjelaskan, dalam waktu satu tahun anak – anak ini berhak mendapatkan dua kali verifikasi.

“Nantinya kita bagi dua priode, di enam bulan pertama kita berikan keterampilan dan lainnya. Jika dia masih ingin terus belajar, kita akan lanjutkan,” tukasnya.