[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Guna meningkatkan demokrasi di masyarakat, KPU Kota Palembang adakan ‘Sosialisasi dan Pelatihan Kader Demokrasi’, di Lantai 3, Gedung KPU Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (5/11/2021).
“Kegiatan sosialisasi pada hari ini sudah terlaksana yang ketiga kali. Mudah-mudahan mendapatkan ilmu bermanfaat bagi peserta,” ujar Ketua KPU Kota Palembang, Sawaludin.
Dikatakan Sawaludin, acara tersebut terlaksana berkat kerjasama dengan Pemerintah Kota Palembang. Dengan harapan, para kader yang dilatih dapat menjadi penyambung tangan ke masyarakat.
Selain itu, para kader yang berasal dari berbagai organisasi mahasiswa dan pemuda. Serta, dari pemerintah kecamatan, dapat menjadi generasi penyelenggara Pemilu ditempatnya.
“Harapan kami, kepada peserta menjadi perpajangan tangan, dari suara KPU. Kemudian, kader-kader siap menjadi penyelenggara selanjutnya,” katanya.
Adapun pemateri dalam acara tersebut yaitu, Anggota KPU Kota Palembang, Kurniawan SE MM dan Munawwaroh S.Sos ME.
Kurniawan menyampaikan materi tentang sistem kepartaian dan Pemilu. Menurutnya, pada tahun 2022 kedepan adalag ruang lingkup tatanan Pemilu.
“Di tahun 2022 nanti kita akan memasuki ruang lingkup tatanan Pemilu menjelang Pemilu 2024. Kita berkewajiban mensosialisasikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Kurniawan yang menjabat sebagai Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi dan SDM melanjutkan, selain mensosialisasikan kepada masyarakat. Para kader yang dilatih dapat menjadi fungsi kontrol KPU.
“Target kita nanti 400 kader, dengan 8 kali pelatihan. Kita berharap, dengan adanya kader ini dapat mengedukasi masyarakat. Sehingga, tingkat partisipasi masyarakat meningkat pada Pemilu nanti,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Palembang, Munawwaroh menyampaikan materi tentang sejarah Pemilu.
“Tujuan untuk refresh sejarah Pemilu di Indonesia,” ujar Muna, sapaan akrabnya.
Menurutnya, setiap Pemilu selalu ada perubahan. Maka dari itu, dengan adanya pelatihan ini. Ilmu dasar tentang Pemilu dapat dipahami dan disampaikan kembali ke masyarakat.
“Dimana proses Pemilu berubah, maka sosialisasi harus maksimal. Sehingga, saat Pemilu tidak bingung lagi,” tuturnya.
Tak hanya itu, para kader yang dilatih juga dipersiapkan sebagai petugas tingkat kecamatan dalam penyelenggara Pemilu mendatang.
“Kegiatan ini merupakan persiapan kami untuk merekrut ditingkat kecamatan. Teman-tman paling tidak menjadi PPS bertugas di TPS,” pungkasnya.














