MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat penurunan angka stunting. Karena itu, keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dinilai penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, aman, dan berkualitas.
Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Sosial Budaya dan Partisipasi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tulungagung, Dian Novalia, S.E., saat menjadi narasumber dalam sosialisasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Balai Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di sela-sela pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pelaksanaan program MBG sekaligus memperkuat dukungan terhadap percepatan penurunan angka stunting.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari DPMD Kabupaten Tulungagung dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tulungagung. Pesertanya meliputi perwakilan sekolah, komite sekolah, perangkat desa, pengurus Posyandu, kader PKK, perwakilan murid, serta masyarakat se-Kecamatan Campurdarat.
Dalam pemaparannya, Dian Novalia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan faktor penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Upaya pencegahan stunting, menurutnya, harus dilakukan sejak dini, bahkan dimulai sejak masa kehamilan.
Ia menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dalam kandungan.
“Penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat juga harus terlibat, terutama dalam meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan,” jelas Dian.
Selain membahas stunting dan program MBG, Dian juga menyoroti pelayanan kesehatan bagi kelompok lanjut usia (lansia) di Kabupaten Tulungagung.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin melalui Posyandu lansia serta dukungan pemenuhan kebutuhan gizi menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat usia lanjut.
Sementara itu, Ahmad Habibi, yang mewakili Ketua Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tulungagung, memaparkan secara terperinci mekanisme pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Materi yang disampaikan mencakup penjelasan mengenai nilai anggaran hingga harga menu makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. Penjelasan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman terbuka kepada masyarakat mengenai mekanisme pelaksanaan program.
Ahmad Habibi juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan mencari solusi terhadap berbagai kendala yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan MBG di Kabupaten Tulungagung.
Ia berharap pelaksanaan program ke depan semakin optimal, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi diskusi dan tanya jawab dibuka. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan, masukan, hingga usulan terkait kualitas makanan, mekanisme distribusi, serta pelayanan kepada penerima manfaat.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Dian Novalia kembali menekankan pentingnya kepatuhan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh BGN.
Menurutnya, kepatuhan terhadap ketentuan operasional menjadi salah satu kunci untuk menjaga kualitas pelayanan, keamanan makanan, serta kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
“Seluruh SPPG harus melaksanakan tugas sesuai SOP yang telah ditetapkan BGN. Dengan begitu, pelaksanaan program dapat berjalan lebih tertib, aman, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup oleh Kepala Desa Pojok, Ismiati. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pemerintah serta seluruh jajaran TNI yang telah melaksanakan berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui TMMD ke-130 di Desa Pojok.
Dengan nada haru, Ismiati mengungkapkan kebanggaannya atas pengabdian dan kontribusi personel TMMD yang telah hadir serta bekerja bersama masyarakat desa.
“Untuk mengungkapkan rasa terima kasih, saya tidak bisa berkata banyak. Pokoknya, saya mewakili seluruh masyarakat Desa Pojok mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua Tim TMMD ke-130. Semoga seluruh tim mendapatkan berkah dan kesehatan dari Allah SWT,” ungkapnya.
Melalui sosialisasi tersebut, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program MBG sekaligus mempercepat penurunan angka stunting.
Dengan pemahaman yang semakin baik, pengawasan masyarakat yang aktif, serta kepatuhan SPPG terhadap SOP, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak sekadar berjalan sebagai program pemerintah, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi dan terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, serta berkualitas.














