MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Langkah kaki prajurit kembali mengukir harapan di tanah perbatasan. Rabu 3 Juni 2025, Komandan Kodim 1206 Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, menembus jalan terjal Desa Ilak Paul, Kecamatan Putussibau Utara. Bukan untuk perang, tapi untuk membangun.
Survei lokasi TMMD Reguler Perbatasan dan Karya Bakti TNI ini menjadi penanda isolasi yang selama ini membelenggu warga Ilak Paul akan segera dirobohkan.
Di tengah semak belukar dan jalan berlumpur, Dandim berdiri menatap hamparan tanah yang kelak jadi urat nadi ekonomi.
Satu perintah jelas di benaknya pastikan setiap jengkal rencana ini tepat sasaran, karena yang dipertaruhkan bukan hanya semen dan aspal, tapi masa depan anak-anak perbatasan.
Ilak Paul bukan desa biasa. Terpencil, jauh dari pusat kota, dan selama ini “terkurung” oleh minimnya infrastruktur.
Jalan rusak, jembatan rapuh, hasil kebun sering busuk sebelum sampai pasar. Warga sudah terlalu lama berjuang sendiri melawan jarak dan waktu.
Melihat kondisi itu, Dandim bersama rombongan Kodim 1206 Putussibau tidak tinggal diam. Titik demi titik krusial dicek langsung jalur rawan longsor, titik pembangunan jalan, calon jembatan penghubung, hingga lokasi sarana fasilitas umum.
Semua dipetakan, diukur, dan direncanakan agar tidak ada celah kesalahan saat palu pembangunan diketuk.
“Kehadiran TNI melalui program TMMD dan Karya Bakti merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegas Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, suaranya mantap memecah hening hutan.
Bagi Letkol Arm Andreas, TMMD bukan sekadar proyek fisik. Ini tentang memutus rantai kemiskinan yang lahir dari keterisolasian.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan jalan, jembatan, serta sarana fasilitas umum lainnya yang sedang dan akan dikerjakan benar-benar memberikan dampak ekonomi yang nyata serta mempermudah mobilitas masyarakat sehari-hari,” ungkapnya dengan nada penuh tekad.
Bayangkan, kelak ibu-ibu tak lagi menggendong hasil kebun berjam-jam. Anak sekolah tak lagi menyeberang sungai dengan rakit darurat. Harga sembako tak lagi melambung karena ongkos angkut. Jalan yang dibangun TNI adalah jalan menuju kesejahteraan.
Di tengah dialog dengan tokoh adat dan warga, Dandim menanamkan satu pesan yang membakar semangat.
“TNI kuat karena rakyat, rakyat kuat karena bersatu.” tegas dengan harapan.
Ia menekankan, kualitas pengerjaan fisik hanya akan sempurna jika ada semangat gotong royong.
“Prajurit, pemerintah, dan warga harus menyatu seperti kepalan tangan. Tanpa itu, program sebagus apa pun akan rapuh, “ucapnya.
Warga Ilak Paul pun menyambut dengan mata berbinar. Setelah sekian lama menanti, akhirnya ada yang datang bukan hanya membawa janji, tapi langsung turun mengukur tanah mereka.
Dramatisnya TMMD kali ini bukan hanya pada beton dan baja. Kodim 1206 Putussibau menyiapkan “serangan” non-fisik untuk mengangkat harkat manusia di Bumi Uncak Kapuas.
1.Penyuluhan Wawasan Kebangsaan – Menanamkan Merah Putih di dada warga perbatasan, agar cinta tanah air tak luntur digerus jarak.
2. Sosialisasi Kesehatan – Mengajarkan pola hidup bersih, melawan stunting dan penyakit yang kerap mengintai desa terpencil.
3. Pelayanan KB – Memberi ruang bagi keluarga kecil, bahagia, sejahtera.
4. Edukasi Hukum dan Kamtibmas – Agar warga paham hak dan kewajibannya, menjaga kampung tetap aman dan damai.
Fisik tanpa mental akan rapuh. Karena itu TNI hadir lengkap membangun raga dan jiwa sekaligus.
Dikatakan Dandim, survei ini adalah simfoni awal. Nadanya sinergi antara Kodim 1206 Putussibau dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.
“Tujuannya satu membuka tabir isolasi Ilak Paul, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan memperkokoh pertahanan NKRI di garis terdepan, “ucapnya.
Kemudian, jalan yang mulus bukan hanya memperlancar truk hasil tani. Tapi juga mempercepat langkah prajurit menjaga perbatasan.
“Infrastruktur kuat, pertahanan kuat. Kesejahteraan warga benteng NKRI paling kokoh, “tuturnya.
Saat matahari mulai condong ke barat, Dandim menutup survei dengan menatap jauh ke arah perbatasan. Di sana, bisiknya, “Sebentar lagi, tidak ada lagi desa yang tertinggal.”
“TMMD Regular Perbatasan di Ilak Paul bukan akhir. Ini awal dari babak baru, babak di mana pedalaman tak lagi menangis karena terisolir, tapi tersenyum karena terhubung, “tutup Dandim Letkol Arm Andreas Prabowo Putro. (*)















