Pewarta : Mateus Tekege
DEIYAI, Mattanews.co – Untuk mengantisipasi dampak krisis ekonomi global di Indonesia, yang terjadi akibat pandemi covid -19, beberapa tokoh Intelektual Deiyai Papua, menggelar diskusi terkait krisis ekonomi global, dan akan mengsosialisasikan hasil tersebut kepada masyarakat, di aula SMK Anigou Waghete, senin (27/04/2020) kemarin.
Puluhan Intelektual Deiyai yang dipimpin oleh anggota DPRD Komisi A. Onesmus Madai, berhasil merangkumkan beberapa point penting pada shering tersebut. Mereka siap mengsosialisasikan kepada masyarakat di lima Distrik di Deiyai yakni, Distrik Tigi Barat, Distrik Tigi, Distrik Tigi Timur, Distrik Kapiraya, dan Distrik Bouwobado.
Anggota DPRD komisi A kabupaten Deiyai, Onesmus Madai, mengatakan diperkirakan pasokan beras akan mampu menghidupi masyarakat Indonesia hanya 2 bulan saja, sehingga kemungkinan besar pasti kelaparan akan terjadi di Indonesia dan khususnya di Papua.
“Jika kelaparan itu datang maka semua sembako akan naik harganya, dan kemungkinan penjualan barang dagangan inpor dari luar akan tutup semua,” terang Onesmus.
Untuk itu, kata Onesmus Madai, besok pihaknya yang tergabung di Intelektual Deiyai, akan turun untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, terkait dampak daripada covid-19 termasuk mengantisipasi krisis ekonomi global ini. “Kami berharap dan mengajak masyarakat untuk kembali berkebun,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu tokoh Intelektual Deiyai, Melkias Pakage, mengatakan dalam shering tersebut, pihaknya harus jelaskan materi dari hasil diskusi, dengan bahasa yang mudah di mengerti oleh masyarakat. Bila perlu melampirkan foto atau gambar yang sedang terjadi diluar negeri untuk meyakinkan masyarakat kita, agar masyarakat lebih memahami.
Ditempat yang sama Domin Badii mengucapkan berterima kasih kepada Onesmus Madai, anggota DRPD yang mana telah mengundang para Intelektual Deiyai untuk duduk berdiskusi terkait dampaknya krisis Ekonomi global. “Hasil dari pada diskusi tersebut kami akan turun sosialisasi kepada masyarakat kami,” tutup Domin.
Editor : fly














