MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Cahmat Nurhimat mengkritik salah satu pekerjaan peningkatan jalan Benteng – Cirangkong yang telah dirampungkan oleh CV Jaya Parahyangan melalui akun youtube pribadinya @cahmatnurhimat yang di unggah pada Sabtu (08/10/2022).
Dalam kutipan video tersebut Cahmat menilai kondisi pekerjaan jalan memang bagus, namun dalam pekerjaan pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang baru selesai dalam 1 minggu dari pekerjaan 120 hari kerja (kalender) hasilnya tidak sesuai spek awal.
“TPT yang panjangnya sekitar 250 meter sudah hancur lagi, hanya beberapa bagian yang dekat pemukiman saja yang nampak terlihat bagus. Paling ini pakai semen hanya 15 sac saja, “ujarnya.
Akan hal tersebut dia mengaku kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh pihak pemborong, TPT yang baru berusia baru satu minggu, pasca terkena hujan sudah hancur lagi.
Selain itu diapun mempertanyakan sikap konsultan pengawas dan Dinas PUTR Kabupaten Purwakarta, apakah proyek tersebut akan diloloskan pemeriksaanya.
“Coba masyarakat lihat, ini baru satu minggu kena hujan sudah hancur lagi. Pakai semen apa ini?, anggaran aja hampir 2 miliar. Gimana ini CV Jaya Parahyangan?,” kata Cahmat dengan penuh kecewa.
Dalam video Cahmat menghimbau kepada penerima lelang untuk meninjau kembali pekerjaannya yang dinilai tidak sesuai dengan spek perencanaan.
“Saya selaku penerima manfaat sangat menyayangkan, anggaran yang begitu besar hampir mencapai 2 miliar. Dengan hasil pekerjaan yang sangat mengecewakan, saya tidak kecewa terhadap pemerintah. Namun, saya selaku penerima manfaat sangat kecewa terhadap pemborong yang menerima lelang ini,” ucapnya.
Untuk diketahui, pekerjaan peningkatan jalan benteng-cirangkong itu menelan biaya sekitar Rp.1.915.079.879 miliar bersumber dari Dana APBD Kabupaten Purwakarta Tahun Anggaran 2022, dengan penyedia jasa oleh CV Jaya Parahyangan.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Purwakarta Ryan Octavia mengatakan pekerjaan itu kan masih dalam proses pelaksanaan, nanti kalau sudah selesai juga akan dilakukan proses opname.
“Ini juga kan belum dilakukan pembayaran, karena pekerjaan ini belum selesai. Jadi ini masih proses,” ucpnya Rabu (12/10/2022).
Dia menjelaskan, adapun nanti adanya kekurangan pihaknya telah berkoordinasi untuk segera di perbaiki. Dimana sekiranya kekurangan itu belum memenuhi standar yang telah direncanakan.
“Kita sudah intruksikan kepala bidang untuk koordinasi dengan pelaksana, dan ada kesepakatan sekiranya pada penelitian nanti ada yang kurang akan segera di perbaiki. Intinya pekerjaan ini masih dalam proses pelaksana,” tutup Ryan.














