BERITA TERKINI

Tragis! Pria di Tulungagung Ditemukan Meninggal Dunia Usai Tiga Hari Tak Kelihatan

×

Tragis! Pria di Tulungagung Ditemukan Meninggal Dunia Usai Tiga Hari Tak Kelihatan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Warga Dusun Bendo, Desa Gandong, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur digemparkan oleh penemuan salah satu warganya yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (20/10/2025) sore.

Korban yang diketahui bernama PRF itu diduga meninggal akibat penyakit asam lambung yang kambuh.

Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi melalui Kasihumas Ipda Nanang Murdianto menjelaskan, kejadian bermula ketika seorang warga bernama Yayuk merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas selama tiga hari. Yayuk kemudian meminta bantuan Parlaji untuk memeriksa keadaan korban.

“Saat mencari rumput di sekitar rumah korban, Parlaji mencium bau busuk yang sangat menyengat. Setelah memastikan sumber bau berasal dari rumah korban, ia segera memberi tahu warga lain,” terang Ipda Nanang dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa (21/10/2025) sore.

Nanang menambahkan, bersama Sutris, warga kemudian mendatangi rumah korban. Dari jendela, mereka melihat korban dalam posisi duduk miring ke kiri menghadap selatan, mengenakan sarung bermotif biru-hitam dan kaus hitam. Sutris lantas masuk melalui pintu dapur dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di atas kursi sofa, dengan tubuh yang mulai membusuk.

Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada Pj. Kepala Desa Gandong, Mukarni, serta keluarga korban.

Dari keterangan Winarti, salah satu keluarga korban, diketahui bahwa PRF memiliki riwayat penyakit asam lambung dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Romo Wijoyo.

Menindaklanjuti laporan itu, Polsek Bandung Polres Tulungagung bersama Unit Inafis langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Diduga korban meninggal dunia akibat penyakit asam lambung yang kambuh,” lanjutnya.

Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan hanya meminta visum luar. Mereka juga membuat surat pernyataan resmi menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menuntut pihak mana pun.