MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Trisna Mukti Arisandy menjadi Gen Z sekaligus buruh muda yang akan bertarung sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Purwakarta dari Partai Buruh Dapil 5 dengan nomor urut 9 pada Pemilu 2024.
Pencalonan Trisna Mukti Arisandy di Dapil 5 tersebut meliputi Kecamatan Plered, Kecamatan Tegalwaru dan Kecamatan Maniis.
Trisna yang saat ini baru menginjak usia 23 tahun dan berstatus sebagai pekerja di PT SII salah satu perusahaan PMA di Kabupaten Bekasi itu tidak sedikitpun gentar dan pesimis akan cita-citanya dalam mewujudkan negara sejahtera bersama partai buruh.
Bagi nya sudah saatnya pekerja muda menjadi subjek bukan hanya objek dalam pemilu.
“Sudah saatnya kita tidak hanya berdiam diri dan berharap mereka yang tidak memahami aspirasi kita, akan memikirkan kepentingan kita. Kita lah yang harus merebut ruang politik, menyuarakan kebenaran, dan memperjuangkan apa yang kita percayai demi masa depan yang lebih baik bagi kita dan generasi yang akan datang,” ujar Trisna melalui pesan tertulisnya, Rabu (17/01/2024).
Trisna juga menyebut, maju sebagai caleg bukan suatu hal yang istimewa. Melainkan ini adalah sebuah komitmen dirinya atas perjuangan serikat pekerja yang sebelumya sudah dia geluti dalam rangka menambah alat perjuangan untuk membela, melindungi dan memperjuangkan masyarakat terutama pekerja.
“Dalam dinamika kehidupan bermasyarakat, seringkali kita merasa diabaikan oleh kebijakan yang dibuat oleh mereka yang berkuasa. Banyak dari kebijakan tersebut tidak mencerminkan kepentingan dan aspirasi kita. Bukankah ini sebuah pertanda bahwa kita harus bangkit dan berpartisipasi secara aktif dalam ruang politik?,” kata Trisna.
Trisna mengaku juga sudah gencar mendorong teman-temannya, khususnya buruh muda untuk aktif berpartisipasi dalam politik.
Harapannya, buruh muda dalam politik dapat menentukan bagaimana arah masa depan yang lebih berkelanjuta. Terutama dalam mempengaruhi kebijakan publik yang berkaitan pada aspek sosial ekonomi kehidupan seperti pendidikan, pekerjaan, lingkungan, dan lainnya.
“Pentingnya kehadiran pekerja/buruh muda di dalam legislatif mencerminkan inklusivitas dan representasi yang lebih baik dalam perwakilan politik. Melibatkan buruh muda dalam forum legislatif memberikan suara pada kelompok masyarakat yang seringkali terpinggirkan dan kurang didengar. Dengan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, buruh muda dapat membawa perspektif unik mereka mengenai isu-isu yang relevan dengan kehidupan dan kesejahteraan mereka. Ini merupakan langkah positif dalam mencapai perwakilan yang lebih merata dan adil di dalam dunia politik,” pungakasnya.(*)














