MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG — Sebuah truk yang mengangkut getah pinus terbakar di Jalan Raya Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026) petang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Seksi Operasi dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 18.15 WIB.
“Api pertama kali diketahui oleh sopir dan kernet. Mereka melihat adanya penyalaan api dari bagian belakang truk yang membawa muatan getah pinus,” kata Bambang dalam keterangan resminya, Jumat malam.
Mengetahui api mulai membesar, sopir truk, Bustomi (30), segera mengambil tindakan untuk menepikan kendaraan. Truk diarahkan ke lokasi yang kosong dan jauh dari permukiman untuk mencegah api merembet serta membahayakan warga.
Petugas Damkarmat Tulungagung bergerak cepat. Satu menit setelah menerima laporan, armada diberangkatkan menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan tiba sekitar pukul 18.25 WIB.
“Petugas langsung melakukan pemadaman untuk mengendalikan api agar tidak meluas,” ujarnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkarmat Tulungagung mengerahkan dua armada pemadam kebakaran dan satu armada suplai air. Proses pemadaman kemudian dilanjutkan dengan pembasahan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Pemadaman dan pembasahan dinyatakan selesai sekitar pukul 19.52 WIB.
Bambang menyebut kebakaran tersebut masuk kategori besar. Meski demikian, langkah cepat sopir dan respons petugas membuat kobaran api dapat dikendalikan sebelum menjalar ke kawasan permukiman.
“Korban jiwa nihil. Namun, kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp225 juta,” jelasnya.
Penanganan di lokasi turut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kasi Penyelamatan, analis kebakaran, personel Baruna 1, Baruna 2 dan Baruna 3, Polsek Karangrejo, Koramil Karangrejo, Sekcam Karangrejo, Kepala Desa Jeli, serta Perhutani Kediri.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kendaraan pengangkut material yang mudah terbakar. Kecepatan pengemudi mengambil keputusan untuk menjauh dari permukiman serta respons cepat petugas menjadi faktor penting dalam mencegah dampak yang lebih luas.
Damkarmat Tulungagung kembali menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat dalam setiap laporan kebakaran, dengan prinsip yang menjadi semangat petugas di lapangan: pantang pulang sebelum api benar-benar padam.














