MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG – Momentum 1 Muharram 1444H merupakan tahun baru islam yang di nanti-nanti kaum muslimin, karena berbagai pagelaran festival-festival islami dirayakan baik dikalangan masyarakat tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten/kota, bahkan tidak luput di pesantren-pesantren atau dayah.
Salah satunya, Dayah Misbahur Rasyad AL-AZIZIYAH Kampung (Desa,red) Benua raja Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui momentum 1 Muharram mengadakan kegiatan perlombaan berbaur Islami seperti perlombaan adzan, hafalan jus 5, cerdas cermat, muratal kitab kuning, dan hafalan kitab jurmiyah serta perlombaan lain-lainnya, Rabu (24/8/2022) malam.
Pimpinan Dayah Misbahur Rasyad AL-AZIZIYAH, Abiya Miswari Amir M.Ag saat penutupan festival menjelaskan, kegiatan perlombaan berbaur islami untuk para santri dimulai pada 8-17 Agustus 2022.
“Untuk tahun ini, perlombaan tersebut diketuai, TGK Ibnu Sabil,” katanya.
Ia menambahkan, perlombaan ini bertujuan agar para santri bisa belajar lebih berani untuk berdiri di depan umum serta melatih mental dan kelancaran berbicara di depan umum sehingga menumbuhkan rasa kepercayaan diri, mental yang kuat sehingga kedepannya berguna ilmunya untuk bangsa dan negara.
“Kegiatan ini merupakan rutinitas setiap perayaan tahun baru Islam di ponpes Misbahur Rasyad AL-AZIZIYAH yang turut diapresiasi wali santri, dan berbagai tokoh- tokoh pemerintahan Aceh tamiang,” ungkap Pimpinan Dayah Misbahur Rasyad AL-AZIZIYAH, Abiya Miswari Amir M.Ag.
Alhamdulillah, sambung Abiya Miswari Amir, kegiatan ini terlaksana dengan baik dan khitmad tanpa terkendala apapun.
“Untuk para santri yang menang dalam perlombaaan dapat terus meningkatkan belajarnya dan bagi yang belum menjadi juara dapat terus belajar lebih giat lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, saat penyerahaan hadiah, Wakil Pimpinan DPRK Aceh Tamiang, Fadlon SH sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan positif di dayah ini.
“Diharapkan para santri yang belajat di dayah Misbahur Rasyad AL-AZIZIYAH ini dapat melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang intelektual dan Islami,” harapnya.














