MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Specialist Environment Assistant (Tenaga Ahli Lingkungan) PT Perencana Jaya Rediti Andhikadany, ST, S.Sos.C.EIA mengatakan pembangunan ruas jalan tol Tulungagung-Kepanjen akan memulai pengerjaannya pada tahun 2023 mendatang.
Demikian diungkapkan usai melakukan sosialisasi Konsultasi Publik dalam rangka studi kelayakan pembangunan jalan tol Tulungagung-Kepanjen di Ballroom Hotel Narita setempat, Selasa (22/2/2022).
“Jadi begini, kita prediksi secara fisik pembangunan ruas jalan tol Tulungagung-Kepanjen ini akan dimulai tahun 2023 mendatang,” kata Rediti dihadapan insan media.
Konsultan PT Perencana Jaya menambahkan, sosialisasi konsultasi publik ini sebenarnya sebagai upaya mendengarkan aspirasi dari semua stakeholder. Dengan demikian, hal ini sebagai langkah awal sebelum memulai pengerjaan ruas jalan tol Tulungagung-Kepanjen.
“Tahapan proses selanjutnya, usai sosialisasi konsultasi publik maka untuk trase sekaligus ruas jalan tol yang akan dilalui itu nanti akan ditindaklanjuti oleh tim Land Acquisition and Ressettlement Action Plan (LARAP),” tambahnya.
“Nanti tim LARAP itu akan melakukan sosialisasi terhadap desa yang dilalui pembangunan jalan tol itu,” imbuhnya.
“Kemudian tim juga akan melakukan survey lapangan, guna menentukan batas proyek dan analisa terkait dampak lingkungan (AMDAL). Jadi prosesnya itu masih panjang,” Rediti menambahkan.
Lebih lanjut Rediti menjelaskan, pembangunan ruas jalan tol Tulungagung-Kepanjen sepanjang kurang lebih 99,189 Kilometer. Adapun wilayah di Tulungagung sesuai rencana melewati 7 Kecamatan dan 43 Desa.
Adanya ruas jalan tol sangat bermanfaat bagi masyarakat diantaranya waktu tempuh lebih cepat, biaya operasional lebih hemat, beban emisi kendaraan juga lebih irit, menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Hadirnya ruas tol itu bisa meningkatkan perekonomian khususnya wilayah yang dilalui rencana pembangunan ruas tol tersebut,” terangnya.
“Sesuai rencana pembangunan ruas jalan tol Tulungagung-Kepanjen akan dimulai tahun 2023 mendatang, hari ini kita sosialisasikan agar seluruh stakeholder mengerti dan memahami,” tandasnya.














