Video Penganiayaan Remaja Putri di Padangsidimpuan Viral, Polisi Buru Pelaku

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PADANGSIDIMPUAN – Video aksi penganiayaan ke seorang remaja putri yang sudah viral di media sosial (Medsos) Facebook, membuat warga Kota Padangsidimpuan heboh. Hingga kini, belum diketahui secara pasti di mana lokasi kejadian penganiayaan yang terekam di video berdurasi 0,14 detik itu.

Namun, jika dilihat dalam video yang diunggah akun Facebook Rafa Alamsyah Ritonga, pada Kamis (29/7/2021) itu terlihat ada logat pembicaraan bernada bahasa di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Bahasa yang terlontar dalam video teraebut juga terkesan kasar.

Bacaan Lainnya

Pemandangan mengerikan juga tersaji di video itu, di mana pelaku penganiayaan yang juga seorang anak perempuan, tega menginjak korbannya. Tak ayal, korban yang belum diketahui identitasnya pun menangis tersedu.

Di dalam video, pelaku terlihat memakai kaos warna abu-abu gelap dengan celana putih. Sedangkan korban menggunakan pakaian kaos dan celana jeans warna hitam. Ironisnya, beberapa orang remaja yang terlihat di dalam video itu hanya menyaksikan korban dianiaya tanpa ada upaya untuk melerai.

Memang, salah seorang remaja laki-laki dalam video itu ingin menenangkan suasana. Namun, pelaku malah keluarkan kata-kata kotor dari mulutnya. Unggahan itu, tentu mendapat beragam komentar dari netizen.

Salah satunya pemilik akun Facebook Ria Ritonga yang menanyakan identitas pelaku di kolom komentar video. Dan, sang pengunggah video sontak menjawab jika pelaku merupakan warga Kampung Darek yang notabene berada di Kota Padamgsidimpuan.

Pelaku Diburu

Menindaklanjuti itu, Satreskrim Polres Padangsidimpuan berupaya memburu keberadaan pelaku. Polisi, saat ini juga tengah berupaya untuk mengindentifikasi para remaja yang berada dalam video penganiayaan tersebut.

“Sekarang, kami (polisi) sedang mencari pelaku (yang diduga menganiaya korban). Kami lagi mengidentifikasi orang-orang yang ada di dalam video,” ujar Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Bambang Priyatno, SSos, kepada awak media, Jumat (30/7/2021).

Masalah Asmara

Persoalan yang menjadi pemicu tindak penganiayaan dalam video itu akhirnya terungkap. Di mana, pelaku diduga tega menganiaya korban dikarenakan masalah asmara. Demikian diungkap Reza Nasution yang merupakan kuasa hukum korban. Ke awak media, Reza bercerita bahwa pelaku berinisial NS dan korbannya, NG.

“Sampai saat ini belum kita ketahui motif yang sebenarnya. Namun sesuai keterangan korban kepada kita, korban dituduh merebut kekasih terlapor (NS),” katanya.

Lebih lanjut, Reza menuturkan jika kasus penganiayaan yang viral di Medsos itu terjadi pada Rabu (27/7/2021) lalu sekira pukul 11.00 WIB. Awalnya, NS bersama seorang rekannya berinisial D, menjemput korban di Jalan Imam Bonjol, Gang Halim, Kota Padangsidimpuan.

Kemudian, korban dibawa ke Palopat Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara persisnya di sebuah Taman di depan Kantor Dinas Pendidikan Padangsidimpuan. Keduanya menjemput korban menggunakan sepedamotor dengan dalih untuk bermain-main.

Setiba di lokasi, rupanya teman-teman pelaku sudah ramai menunggu. Setelah turun dari sepedamotor, korban langsung didorong oleh D hingga terjatuh. Dan, saat korban terjatuh, pelaku langsung lakukan penganiayaan tersebut.

Sebelumnya, saat korban terjatuh, salah seorang rekan pelaku berinisial S, sempat mengambil ponsel milik korban. Rupanya, S merekam momen penganiayaan itu menggunakan ponsel korban. Usai puas menganiaya, korban yang menahan sakit dibiarkan pergi sendiri.

Korban lalu menaiki angkutan kota (Angkot) menuju rumahanya di Jalan Imam Bonjol. Atas kejadian itu, tegas Reza, pihaknya sudah membuat laporan resmi dengan nomor LP/B/238/VII/2021/SPKT Polres Padangsidimpuan/Polda Sumut, tanggal 30 Juli 2021.

“Hari ini, kita (kuasa hukum) sudah melaporkan dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang sempat viral di Medsos ke Polres Padangsidimpuan. (Tadi), sudah dilakukan pemeriksaan awal terhadap korban dan ibunya,” terang Reza.

Dalam kesempatan itu, Reza berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan hukum terhadap korban. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) guna memberi pendampingan di Polres Padangsidimpuan.

“Dan nanti rencana kita dari kuasa hukum akan menyurati Dinas Pendidikan. Karena rata-rata (kejadian ini) pelakunya anak (usia) sekolah. Harapan kita, persoalan ini dapat diselesaikan secara hukum supaya ke depan tidak terjadi lagi di Kota Padangsidimpuan,” bebernya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait