BERITA TERKINIINFOTAINMENT

Viral! Konten Masak Rendang Willie Salim Diduga Buat Citra Buruk Masyarakat Palembang

×

Viral! Konten Masak Rendang Willie Salim Diduga Buat Citra Buruk Masyarakat Palembang

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar konten masak rendang akun @williesalim (Mattanews.co/Istimewa).

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Baru-baru ini video viral dari kreator Willie Salim masak besar daging rendang 200 kg di halaman Benteng Kuto Besak (BKB), meninggalkan citra buruk bagi masyarakat Kota Palembang.

Awalnya, TikToker dengan pengikut 67,8 juta itu, mengunggah video dengan berjudul ‘RENDANG 1 EKOR SAPI!!! PALEMBANG’. Awalnyabproses masak besar berjalan lancar. Namun usai Willie Salim ke toilet sebentar, tiba-tiba rendang yang tengah dimasak telah hilang.

Pada video kedua, Willie Salim nampak kaget dan mempertanyakan bagaimana bisa rendang yang belum matang itu bisa habis. Dalam video itu, terlihat seorang polisi memberikan jawaban. Ia menyebut, jika telah melarang pengunjung untuk mengambil daging di dalam wajan.

“Tadi saya larang, nanti ada apa-apa, kondisi kompor masih panas, jangan sampai anak-anak kena kuah panasnya. Tapi, Alhamdulillah kita sudah berusaha, lenyap seketika, 1 menit belum sampai,” ucap polisi berpangkat Iptu itu.

Video tersebut telah disukai sebanyak 1,5 juta dan mendapatkan lebih 100 ribu komentar. Parahnya, dari sekian banyaknya komentar dari netizen, justru memandang citra buruk masyarakat Kota Palembang.

“Bukan apa-apa yah, ini semua tentang etitude,” komen akun @Bowling.

“Polisi jaga rendang aja hilang, gimana jaga yang lain,” komen akun arif fikri.

Instansi Terkait, Walikota Palembang dan Pemilik Konten Harus Bertanggungjawab

Ketua HIMPKA Kota Palembang, Joe Karno (Mattanews.co/Istimewa).

Terkait video tersebut Ketua HIMPKA Kota Palembang, Joe Karno mempertanyakan hal itu. Menurutnya, jika video tersebut merupakan hasil settingan, maka pemerintah kota (Pemkot) Palembang dan Willie Salim harus memberikan klarifikasi.

“Kita harus sama-sama menjaga citra baik kota kita. Ini apa maksudnya, kalau ini setingan pemerintah kota (Palembang) dan Willie Salim harus meminta maaf,” ungkap pria yang akrab disapa Joe, Jumat (21/3/2025).

Lanjut Joe, di bulan Ramadan ini harusnya semua pihak menciptakan Palembang yang kondusif. Bukan malah mendorong citra kurang bagi masyarakat Palembang di kancah nasional.

“1,5 juta bukan jumlah yang sedikit? itu baru yang Like. Artinya, tayangan ini dilihat jutaan masyarakat. Sementara dari komentarnya, 90 persen menyudutkan masyarakat Kota Palembang,” terang Joe.

Atas dasar itu Joe meminta Walikota Palembang bersama Willie Salim, harus memberikan klarifikasi. Serta meminta maaf atas kegaduhan yang telah terjadi.

“Walikota (Palembang) harus klarifikasi dan meminta maaf, atas kegaduhan terjadi saat kegiatan kuliner yang mencoreng nama baik masyarakat Kota Palembang,” tukasnya.