MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Viral, wanita asal Kota Prabumulih, berstatus Pekerja Migran Indonesia (PMI) bertugas di Singapura, Puspa Dewi (36) meminta pulang ke Indonesia. Dalam postingannya, wanita yang berdomisili di Jalan Pendawa, Kelurahan Karang Raja, kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih tersebut minta Gubernur Sumsel, KBRI dan instansi terkait membantu kepulangannya ke tanah air, Kamis (13/2/2025).
Hingga saat ini Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel masih berkoordinasi akan bantu memulangkan warga Prabumulih tersebut.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Kepada yang terhormat Wali Kota Prabumulih, Gubernur Sumatra Selatan dan pemerintah setempat dan pemerintah Indonesia semuanya, tolong pulangkan saya ke Indonesia. Saya sudah tidak tahan disini, saya mau pulang,” ujarnya sambil menangis dalam vidio yang diunggahnya.
Puspa Dewi mengaku dirinya berada di Singapura sejak 7 Januari 2025. Sesampainya di Singapura, dia pun langsung medical check up dan PAP. Selanjutnya, 10 Januari dirinya diantarkan agen ke rumah majikannya pukul 09.00 pagi dan mendapatkan majikan orang India.
“Saya sudah tidak betah lagi dan terpaksa, serta disuruh mengganti kerugian Rp26 juta. Namun saya tak punya uang sebesar tersebut. Tolong saya, pikiran saya sudah macam-macam disini,” ungkap Puspa yang diketahui merupakan seorang janda memiliki dua orang anak itu.
Sementara, Plt Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia BP3MI Sumatera Selatan Aminah SH MSi menerangkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Prabumulih dan KBRI di Singapura, terkait permohonan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bernama Puspa Dewi.
“Hari ini kami mendapat kepastian pihak Pemkot Prabumulih, bahwasanya Pemkot akan membiayai kepulangan PMI bernama Puspa Dewi. Sehingga tinggal berproses tentang teknis pemulangan yang akan dibantu KBRI Singapura. Kami juga akan memonitor prosesnya,” ujar Aminah.
Saat ini proses pemulangan sedang diupayakan, Pemkot Prabumulih dengan mengirimkan surat ke KBRI sebagai landasan, untuk bisa membawa pulang Puspa Dewi ke Indonesia.
“Surat tersebut sebagai dasar pihak perwakilan untuk menghubungi pihak agensi di Singapura untuk mengurus kepulangan dari Puspa Dewi. Doakan berjalan lancar,” katanya.
Ketidaknyamanan yang dirasakan oleh Puspa Dewi saat mendapat majikan pertama bekerja di Singapura yaitu tidak mendapat waktu istirahat yang cukup.
“Saat di majikan yang pertama dia tidak betah karena full time, jam istirahatnya kurang, dan lain-lain. Namun majikan yang kedua ini orangnya baik tidak ada masalah, tapi si Puspa Dewi menghubungi agensi tetap ingin pulang,” bebernya.
Setelah proses pemulangan PMI Puspa Dewi selesai, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak berwajib untuk mengusut agensi di Sumsel yang memberangkatkannya.
“Akan diusut jika PMI Puspa Dewi sudah dipulangkan. Kemungkinan akan dilaporkan ke pihak kepolisian. Saat ini kami hanya bisa berkomunikasi lewat voice note dan chat WA,” tandasnya.














