MATTANEWS.CO, GAYO LUES – Wakil Bupati Gayo Lues, H Said Sani resmi membuka event pacuan kuda yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, di Stadion buntul Nege Blang Sere, Senin (12/9/2022).
Dikatakan Said, event tersebut merupakan tradisi tradisional yang telah menjadi kebudayaan bagi masyarakat Kabupaten Gayo Lues. Dimana, event tersebut dilaksanakan setiap tahun.
“Ini karena pandemi Covid-19 yang sudah beberapa tahun telah vakum. Alhamdulillah pada saat ini sudah bisa kita laksanakan dan biasanya event ini dilaksanakan pada saat memeriahkan HUT RI,” ujar Said.
Dengan adanya event ini, Said melanjutkan, dapat bisa mempererat hubungan silahturahmi pihaknya dengan kabupaten lainya. Khususnya terhadap kabupaten yang tergabung pada event itu.
“Kami atas nama pimpinan pemerintah senantiasa akan terus mendukung event ini,” singkatnya.
Menurutnya, pacuan kuda ini memiliki antusias yang luar biasa dari masyarakat. Maka dari itu, Said meminta kepada TNI Polri agar selalu siap dalam menjalankan keamanan dan ketertiban selama proses pacuan kuda berlangsung.
“Dan kami minta kepada para Joki dan pemilik kuda agar selalu menjaga sportifitas dalam event ini. Sebab dalam pertandingan kalah memang itu hal yang biasa,” pintanya.
Di tempat sama, Kadis Pariwisata Kabupaten Gayo Lues Irsan Firdaus SH MAP mengatakan, waktu pelaksanaan event pacuan kuda ini dimulai tanggal 12 hingga 18 September 2022 mendatang.
Irsan memaparkan anggaran kegiatan itu, bersumber dari DPA Dinas Pariwisata Gayo Lues dan anggraran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, dengan total sebesar Rp264 juta.
“Untuk jumlah kuda yang ikut memeriahkan event kali ini sebanyak 120 ekor kuda. Dari Kabupaten Gayo Lues 35 ekor kuda, 42 ekor kuda dari Kabupaten Aceh Tengah dan 43 ekor kuda berasal dari Kabupaten Bener Meriah. Pada tahun ini kami mengundang peserta dan Pordasi dari beberapa Kabupaten di Sumatra Utara namun peserta dari kabupaten tersebut belum berkesempatan hadir,” terang Irsan Firdaus.
Dalam event pacuan kuda tersebut, Irsan berharap dapat menarik minat masyarakat pada kuda lokal. Sehingga partisipasi setiap kampung dapat meningkat.
“Sehingga pacuan kuda datap dinikmati setiap masyarakat,” tandas Irsan.














