Reporter : Desta Nurkhoiriyah
JAKARTA, Mattanews.co – Maraknya berita Hoax yang beredar di Sosial media (Sosmed), Wakil Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP PRD), Alif Kamal meyakini nilai-nilai luhur dari Pancasila yang digali oleh Soekarno mampu menangkal berbagai hoax (kabar bohong) yang berpotensi memecah belah bangsa Indonesia, terutama selama pelaksanaan Pemilu di tahun 2019.
Menurut Alif, perjuangan politik janganlah dianggap sebagai suatu hal yang negatif atau dianggap sebagai suatu hal yang mengancam, selama masih dalam koridor Pancasila.
“Problem politik seringkali justru berasal dari elit politik, yang mengartikulasikan politik hanya sebatas kekuasaan, maka demi kekuasaan tersebut cara apapun dianggap sah, termasuk cara-cara yang sebetulnya membahayakan keselamatan bangsa, seperti politik golonganisme, politik hantam kromo dan politik pecah belah,” ungkapnya saat diwawancara di Tebet, Jumat (24/05/2019).
Lanjut Alif, Politik itu semestinya ditempatkan sebagai jalan untuk mengelola kekuasaan agar kekuasaan tersebut mengabdi kepada kepentingan bangsa, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil makmur, bukan untuk melindungi kepentingan sekelompok orang, seperti yang sudah ditegaskan oleh Bung Karno pada Pidato 1 Juni 1945, yang kemudian dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945.
“Selama politik digunakan untuk memperjuangkan kepentingan bangsa, kepentingan umum, maka hoax dan sebagainya, akan tereliminasi dengan sendirinya,” tegasnya.
Terkait kegiatan pendidikan politik yang terus menerus dilaksanakan oleh PRD, diperuntukkan bagi kalangan pemuda dan mahasiswa karena merekalah yang akan menjadi pilar dan generasi penerus bangsa ini. Oleh sebab itu, PRD berinisiatif agar para mahasiswa dan pemuda memiliki pandangan politik yang lebih bersifat kebangsaan dan kerakyatan.
“Inilah yang hendak diperkuat oleh KPP-PRD dikalangan pemuda dan mahasiswa agar ke depan, Persatuan Nasional tetap kokoh, dengan terwujudnya kesejahteraan sosial yang adil dan merata. Jika kemakmuran sudah dirasakan oleh rakyat Indonesia, maka potensi apapun untuk memecah belah bangsa ini bisa dihindari,” terang dia.
Karena itulah KPP-PRD berinisiatif kembali menggelorakan semangat kebangsaan, menegaskan kembali apa itu cita-cita Proklamasi, Trisakti, bagaimana jalan untuk mewujudkan Indonesia yang adil makmur, melalui pendidikan politik.
“Point-point penting disampaikan dalam pendidikan politik ini, agar konsep serta nilai-nilai perjuangan yang menjadi pemikiran para pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan lain-lain bisa dipahami oleh generasi muda di era milenial seperti sekarang ini,” jelasnya.
Sejak Kongres tahun 2010, dengan menjadikan Pancasila sebagai asas perjuangan Partai, PRD secara tegas menolak Penjajahan Asing, menolak Liberalisme, sebagai platform perjuangan, dengan membangun Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945.
Alif menambahkan, setelah Kongres 2015, PRD melakukan gerakan nasional Menangkan Pancasila, dan saat ini PRD sedang mengkampanyekan 2019 Ganti Haluan Ekonomi, dari ekonomi liberal menjadi ekonomi yang bergotong royong, seperti semangat dari Pasal 33 UUD 1945.
“Bagi PRD siapapun Presiden terpilih, tugas pokoknya adalah menegakkan Trisakti dan mewujudkan kesejahteraan sosial dalam bingkai Persatuan Nasional, seperti yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila sebagai dasar negara,” tutupnya.
Editor : Anang














