MATTANEWS.CO, PRABUMULIH — Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri, Wali Kota Prabumulih, Arlan mengimbau masyarakat yang berencana meninggalkan rumah untuk pulang ke kampung halaman agar meningkatkan kewaspadaan.
Salah satu langkah sederhana namun penting yang disarankan adalah menitipkan rumah kepada kerabat, tetangga, maupun pengurus lingkungan seperti RT dan lurah.
Imbauan tersebut disampaikan Wali Kota (Wako) Prabumulih, H Arlan atau yang akrab disapa Cak Arlan, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keamanan lingkungan selama periode mudik Lebaran, yang biasanya membuat banyak rumah kosong ditinggalkan pemiliknya dalam beberapa hari hingga minggu.
Menurut Arlan, menitipkan rumah kepada orang yang dipercaya merupakan langkah efektif untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan seperti pencurian yang kerap meningkat ketika musim mudik.
“Cak imbau kepada masyarakat yang hendak mudik, dititipkanlah rumah itu kepada tetangge atau RT atau dengan lurah,” ungkap Arlan saat diwawancarai usai memimpin rapat koordinasi di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota, Senin (9/3/2026).
Suami Hj Linda Apriana ini menjelaskan, dengan adanya orang yang memantau atau sesekali mengecek kondisi rumah, potensi terjadinya aksi kriminal dapat ditekan.
Kehadiran tetangga atau kerabat yang memperhatikan rumah kosong dapat memberikan efek pencegahan bagi pelaku kejahatan.
“Dengan dititipkannya rumah kepada tetangga ataupun kerabat, kita berharap rumah tersebut tetap terpantau sehingga dapat mengantisipasi aksi pencurian,” jelasnya.
Selain menitipkan rumah kepada tetangga, masyarakat juga dianjurkan untuk memberitahukan kepada pengurus RT atau perangkat kelurahan jika akan bepergian dalam waktu cukup lama.
Dengan demikian, pengurus lingkungan dapat membantu melakukan pemantauan apabila terdapat aktivitas mencurigakan di sekitar rumah yang ditinggalkan.
Tidak hanya mengantisipasi aksi pencurian, Arlan juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan faktor keselamatan rumah sebelum ditinggalkan.
Orang nomor satu di Prabumulih ini menegaskan bahwa masyarakat harus memastikan kompor dalam kondisi mati dan instalasi listrik aman sebelum berangkat mudik.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat merugikan pemilik rumah maupun warga di sekitarnya. “Padamkan kompor maupun listrik. Sebab ini bisa menjadi penyebab kebakaran,” tuturnya.
Menurut Arlan, banyak kasus kebakaran rumah yang terjadi akibat kelalaian pemilik rumah yang lupa mematikan peralatan memasak atau tidak memastikan kondisi instalasi listrik dalam keadaan aman.
Oleh karena itu, sebelum meninggalkan rumah, warga diminta melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap berbagai potensi bahaya yang bisa memicu kebakaran.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memastikan regulator gas terpasang dengan benar, mematikan kompor, mencabut peralatan listrik yang tidak diperlukan, serta memastikan tidak ada kabel listrik yang rusak.
Arlan juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar selama masa mudik Lebaran.
Menurutnya, keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif warga.
Orang nomor satu di Kota Nanas ini berharap masyarakat yang tidak mudik dapat ikut membantu menjaga lingkungan dengan memperhatikan rumah tetangga yang ditinggalkan.
Dengan adanya kepedulian bersama, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan. “Kalau kita saling menjaga, lingkungan kita pasti lebih aman,” katanya.
Pemerintah Kota Prabumulih juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Yang paling penting, sebelum berangkat mudik pastikan rumah dalam kondisi aman. Dengan begitu kita bisa mudik dengan tenang dan berkumpul dengan keluarga tanpa rasa khawatir,” pungkas Cak.Arlan (*)














