MATTANEWS, PALEMBANG – Komisi informasi pusat gelar fokus grub discusion (FGD) indeks keterbukaan informasi publik (IKIP) 2023 serentak di 34 provinsi. Di Sumsel, FGD IKIP dilakukan di hotel Aryaduta Palembang. Senin (8/8/2023).
Dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana indeks keterbukaan informasi di Sumsel.
FGD IKIP di Hotel Aryaduta sendiri dibuka langsung oleh komisioner komisi informasi pusat yakni Handoko Agung Saputra. Dengan peserta dari unsur pemerintah, unsur tokoh masyarakat, akademisi dan pelaku usaha.
Komisioner Komisi Informasi Sumsel Joe Martin menyebutkan bahwa metode penelitian indeks keterbukaan publik sendiri, merekrut 9 informan ahli dari berbagai unsur.
“Komisi informasi Sumsel merekrut 9 informan ahli yang mewakili 3 unsur pemerintah, 3 unsur tokoh masyarakat/akademisi dan 3 dari pelaku usaha dengan memberikan 85 pertanyaan dari indeks keterbukaan informasi pusat,” ujarnya.
Joe menjelaskan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut sama seperti tahun-tahun sebelumnya, guna untuk melihat pergerakan indeksnya. Dan untuk data sendiri ditampilkan oleh kelompok kerja (Pokja) dan itulah yang menjadi pertimbangan oleh tim informan ahli.
“Selama 3 tahun terakhir itu pertanyaannya sama, jadi untuk melihat gimana pergerakan indeks keterbukaan informasi di Sumatera Selatan,” ungkap Joe Martin yang juga sebagai Ketua Pokja.
“Di dalam FGD tadi Pokja lah, yang menyiapkan data, sedangkan para informan ahli sendiri memberikan penilaian dan mereka berdiskusi setelah melihat data dari Pokja dan nilai yang di berikan sendiri dari 0-100,” tambahnya.
Joe Martin mengatakan bahwa indeks keterbukaan informasi publik di Sumsel mengalami kenaikan walaupun tidak ada anggaran dari Pemprov sendiri.
“Indeks keterbukaan informasi di Sumsel sendiri mengalami kenaikan dari 71 di tahun sebelumnya sedangkan di tahun ini di angka 76,” jelas Joe.
“Agar penguatan anggaran di komisi informasi tidak hanya diperuntukan untuk honor dan kesetariatan. Tetapi juga dapat untuk kegiatan dan sosialisasi selama ini tidak ada dana ya. Kita ini komisi informasi bergerak dengan kreatifitas sendiri di dalam indeks keterbukaan informasi,” tutupnya.















