BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

WALHI Jambi Soroti Banjir Batang Asai sebagai Bencana Ekologis, Desak Investigasi Kerusakan Hulu

×

WALHI Jambi Soroti Banjir Batang Asai sebagai Bencana Ekologis, Desak Investigasi Kerusakan Hulu

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, JAMBI – WALHI Jambi bersama Desk Disaster WALHI Region Jambi menyampaikan keprihatinan mendalam atas banjir yang melanda Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun. Organisasi lingkungan itu menilai peristiwa tersebut bukan sekadar bencana alam, melainkan indikasi kuat terjadinya krisis ekologis di wilayah hulu.

Hujan deras yang turun tanpa jeda sejak Sabtu malam (25/4/2026) hingga Minggu dini hari menyebabkan debit Sungai Batang Asai meningkat cepat dan meluap ke permukiman warga. Banjir juga merambah wilayah Limun hingga Bathin VIII.

Menurut WALHI, derasnya arus air membawa lumpur, batang kayu, serta material lain yang memperlihatkan adanya gangguan serius pada kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Asai. Salah satu temuan mencolok yakni gelondongan kayu yang tersangkut di sekitar Jembatan Beatrix.

Direktur WALHI Jambi, Oscar Anugrah, menegaskan banjir tersebut mencerminkan rusaknya bentang alam di kawasan hulu.

“Banjir di Batang Asai bukan peristiwa biasa. Ini adalah bencana ekologis yang lahir dari rusaknya wilayah tangkapan air. Kehadiran kayu-kayu yang hanyut hingga ke hilir merupakan indikasi kuat bahwa kondisi hulu sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia juga mendesak adanya pengusutan serius terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perusakan lingkungan, termasuk aktivitas ekstraktif yang tidak terkendali.

Senada dengan itu, Koordinator Desk Disaster WALHI Region Jambi, Nariski Andri, menyebut gelondongan kayu yang terbawa arus dapat memperparah dampak banjir.

“Kayu hanyut berpotensi menyumbat aliran sungai, merusak infrastruktur jembatan, serta mengancam keselamatan warga. Ini alarm keras bahwa ekosistem penyangga di wilayah hulu sedang mengalami tekanan,” tegasnya.

WALHI Jambi dan Desk Disaster WALHI Region Jambi mendesak pemerintah segera melakukan investigasi menyeluruh terkait asal-usul gelondongan kayu di Sungai Batang Asai. Selain itu, penanganan darurat bagi warga terdampak juga dinilai harus dipercepat, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, hingga distribusi logistik.

Mereka juga meminta adanya pemulihan ekologis DAS Batang Asai melalui rehabilitasi hutan serta perlindungan kawasan tangkapan air. Di sisi lain, penyusunan sistem mitigasi bencana berbasis komunitas dinilai penting agar masyarakat menjadi bagian utama dalam perlindungan wilayahnya sendiri.

WALHI menilai bencana ekologis serupa akan terus berulang apabila tata kelola sumber daya alam masih mengabaikan daya dukung lingkungan dan keselamatan rakyat.

Mereka juga menyatakan solidaritas penuh kepada masyarakat terdampak banjir di Batang Asai, Limun, Bathin VIII, dan wilayah lainnya. Menurut WALHI, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, disertai pemulihan lingkungan yang serius dan berkeadilan.