Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PHR Zona 4 Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Prabumulih
MATTANEWS.CO, PRABUMULIH –PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 memperkuat kolaborasi pengelolaan sampah berkelanjutan bersama Pemerintah Kota Prabumulih dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai bagian dari upaya mendukung aksi iklim serta pelestarian lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLH) 2026 yang berlangsung pada 20 Mei hingga 23 Juni 2026 dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pelajar, komunitas, dan masyarakat. Pada tahun ini, tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah Saatnya Bekerja Untuk Iklim. Jumat (26/6/2026).
Praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi salah satu tantangan lingkungan yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia. Selain berpotensi mencemari lingkungan, sampah yang tidak tertangani dengan baik juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, khususnya gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah organik yang memiliki dampak lingkungan (Global Warming Potential) sebesar 28 kali lipat dibandingkan CO2 dalam memberikan tekanan terhadap kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Pada puncak peringatan HLH 2026 yang diselenggarakan PHR Zona 4, Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup Melda Mardalina menjelaskan bahwa timbulan sampah nasional pada 2026 mencapai sekitar 51,8 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 73,93 persen masih belum terkelola secara optimal sehingga diperlukan keterlibatan aktif pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk mempercepat perbaikan sistem pengelolaan sampah.
Menjawab tantangan tersebut, perusahaan bersama Pemerintah Kota Prabumulih dan KLH mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor. General Manager Zona 4 Djudjuwanto menyampaikan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Aksi nyata dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia sepanjang bulan ini telah berhasil membuktikan bahwa kolaborasi pengelolaan lingkungan, baik yang bersifat kampanye lingkungan melalui edukasi pelajar, menimbulkan ide kreatif warga dalam pemeliharaan lingkungan, hingga upaya konservasi keanekaragaman hayati, bisa kita lakukan dengan baik dan lancar,” ujar Djudjuwanto pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Gedung Patra Ria, Prabumulih, Selasa (23/6/2026).
PHR Zona 4 dan Pemkot Prabumulih berupaya mengampanyekan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan ke sekolah. Sekitar 500 orang siswa SMA di Prabumulih diajak bertukar pikiran mengenai pentingnya mengelola sampah dengan bijak.
Kampanye bersama juga dilakukan melalui penyelenggaraan lomba esai, video, standup comedy, dan mewarnai. Kegiatan-kegiatan tersebut melibatkan warga Prabumulih dari berbagai kalangan usia.
Talkshow di puncak perayaan kemarin (23/6), selain menghadirkan Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup Melda Mardalina juga menghadirkan tokoh pelestari lingkungan Abah Dindin. Dedikasinya mengolah sampah dan memberdayakan anak jalanan serta kaum marjinal mendapat penghargaan Kalpataru 2024 kategori Pembina Lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Abah Dindin berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas bank sampah. PHR Zona 4 mempertemukan Abah Dindin dengan 12 kelompok bank sampah dan pusat daur ulang (PDU) yang aktif mengelola sampah di Prabumulih. Kehadiran Abah Dindin diharapkan dapat mengedukasi, menginspirasi, serta meningkatkan kapasitas kemampuan bank sampah Prabumulih.
Wali Kota Prabumulih H. Arlan mengapresiasi kontribusi PHR Zona 4 dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
“Keberlanjutan upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, komunitas, dan sektor swasta. Apresi














