MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Beragam produk hasil pembinaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo diperkenalkan melalui Galeri Produk Bimbingan Kerja (GIATJA). Mulai dari sambal klothok, batik, kerajinan tas, hingga telur ayam kampung hasil peternakan ayam Elba.
Galeri tersebut menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan hasil pembinaan kemandirian sekaligus menunjukkan keterampilan yang dikembangkan warga binaan selama menjalani masa pidana.
Produk kuliner, kerajinan, hingga hasil peternakan dihasilkan melalui kegiatan produktif yang dirancang untuk memberikan pengalaman dan keterampilan kerja. Sambal klothok menjadi salah satu produk kuliner, sementara batik dan tas menjadi bagian dari produk kerajinan yang dikembangkan melalui GIATJA.
Di bidang peternakan, Lapas Sidoarjo juga mengembangkan peternakan ayam Elba yang menghasilkan telur ayam kampung. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kalapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, mengatakan pembinaan kemandirian menjadi bagian penting dalam menyiapkan warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Melalui GIATJA, kami ingin terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai manfaat. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama berada di Lapas dapat menjadi bekal untuk kehidupan mereka setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya, Senin (6/10/2026).
Menurutnya, hasil karya warga binaan menjadi salah satu bentuk nyata dari proses pembinaan yang dilakukan di dalam Lapas. Karena itu, pengembangan produk akan terus dilakukan, baik dari sisi keterampilan maupun kualitas hasil produksi.
Lapas Sidoarjo berkomitmen melanjutkan pembinaan kemandirian secara berkelanjutan agar warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan, tetapi juga memiliki pengalaman produktif sebagai bekal untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.














