MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Ratusan Warga Desa Cicadas, Kecamatan Babakancikao yang didominasi oleh emak-emak melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang PT. South Pacifik Viscose (SPV).
“Aksi tersebut dilakukan, akibat dampak tidak meratanya saluran bantuan beras yang dilakukan oleh PT SPV, padahal tuntutan warga itu telah diajukan satu bulan sebelumnya,” ungkap Erik Wahyudin Ketua Karang Taruna Desa Cicadas, Jumat (24/12/2021).
Lanjut Erik, di wilayah Desa Cicadas ini terbagi dalam 5 wilayah RW. Dimana yang mendapatkan saluran berasnya hanya 2 RW saja. Yakni RW 04 dan RW 05, sedangkan RW 01, 02, 03 tidak mendapatkan bantuan itu. Sontak hal ini membuat warga lain cemburu.
“Ini sudah berlangsung bertahun-tahun, dan terus kami ajukan. Karena, tidak adanya solusi dan langkah yang kongkrit dari PT SPV, maka warga melakukan aksi pada hari ini,” ucapnya.
Selain itu, memang dalam segi zona terdekat adalah RW 04 dan 05, akan tetapi warga lain yang tidak menerima tetap akan menuntut keadilannya.
“Banyaknya beras yang disalurkan PT SPV kepada warga 7 liter/kepala keluarga, dan selau didapatkan pada dua bulan sekali,” kata Erik dilokasi aksi.
Tambahnya, kami tidak mengetahui apa yang menjadi alasan dari perusahaan sehingga sangat sulit untuk mengeluarkan bantuan beras ini.
“Saya baru saja keluar bertemu dengan perusahaan mewakili warga, akan tetapi Presiden Direktur belum saja turun untuk memberi keputusan,” kata Erik.
Menutup Erik mengatakan, intinya kami ingin semua warga terbagi dalam mendapatkan bantuan, karena bukan hanya 2 RW saja yang terdampak Polusi dari PT. SPV.














