Warga di Tulungagung Gerebek Rumah Kos Mahasiswa, Kades Plosokandang: Peringatan Tidak Digubris

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Tiga pasang mahasiswa digerebek warga Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung pada Senin (2/1/2023).

Penggerebekan tersebut dilakukan oleh warga di salah satu rumah kos yang berada di wilayah Desa Plosokandang.

“Benar, salah satu rumah kos pria digerebek warganya pada tengah malam dan diamankan tiga pasang mahasiswa dan mahasiswi,” ucap Kepala Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung, Agus Waluya melalui keterangan resmi di terima mattanews.co, Kamis (5/1/2022) Pagi.

Pria lebih akrab disapa Agus Jendral menambahkan sebenarnya kejadian penggerebekan pada salah satu rumah kos itu, sebenarnya warga sudah mulai geram atas tingkah polah para mahasiswa yang dinilai sudah melanggar peraturan yang berlaku.

“Mereka sebelumnya jauh hari sudah diingatkan warga agar tidak menerima tamu perempuan hingga larut malam di rumah kos tersebut, namun rupanya peringatan itu tidak diindahkan,” tambahnya.

“Warga kesal, sebelum lakukan penggerebekan itu sudah lapor saya dulu kok,” imbuhnya.

Lebih lanjut Agus Jendral menjelaskan setelah penggerebekan itu warga membawa tiga pasang mahasiswa ke Balai Desa Plosokandang dalam upaya memberikan pembinaan.

Selain itu, pihaknya akan meminta keterangan terhadap tiga pasang mahasiswa tersebut agar tidak mengulangi perbuatannya.

Bacaan Lainnya

“Pada intinya, saya tegaskan kepada warga agar tidak melakukan hakim sendiri, makanya dibawa ke kantor Desa untuk dimintai keterangan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi,” terangnya.

“Dari pengakuan mereka, mahasiswi yang datang ke rumah kos pria itu berdalih sekedar ngobrol dan hanya cangkrukan biasa saja,” sambungnya.

“Mahasiswa dan mahasiswi itu mengaku dari Kabupaten Lamongan tengah studi di salah satu Universitas yang ada di Tulungagung masih semester 6,” kata dia menambahkan.

Menurut Kades Plosokandang, kejadian seperti ini pihaknya menerima laporan dari warganya yang mengalami keresahan atas keberadaan rumah kos dianggap terlalu bebas.

Sebagai upaya meminimalisir kejadian ini, dalam waktu dekat akan memanggil para pemilik rumah kos yang ada di wilayahnya agar menertibkan peraturan yang ada sehingga bisa menciptakan kenyamanan bagi warga lainnya.

“Saya Terima aduan terkait rumah kos sudah sampai 10 kali dari beberapa titik rumah kos yang ada di wilayahnya,” ujarnya.

“Pada intinya, saya tetap akan lakukan penertiban aturan rumah kos di wilayahnya, jangan sampai nanti menjadi Desa yang memiliki stigma mesum,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait