NUSANTARA

Warga Mamuju Sewa Sendiri Alat Berat untuk Perbaiki Jalan, Kemana Pemerintah?

×

Warga Mamuju Sewa Sendiri Alat Berat untuk Perbaiki Jalan, Kemana Pemerintah?

Sebarkan artikel ini

Reporter : Edo

Sulawesi Barat, Mattanews.co – Sudah empat tahun tak mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar), kondisi jalan penghubung antara Kelurahan Simboro dan Kelurahan Rangas tepatnya di Tambayako, Jalan Daeng Sirua kelurahan Simboro kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju rusak parah.

Melihat kondisi itu, warga Lingkungan Tambayako terpaksa berinisiatif sendiri mengumpulkan dana, untuk menyewa alat berat untuk memperbaiki jalan rusak tersebut.

Menurut warga sekitar Ahmad, mereka sudah mengumpulkan uang swadaya dan menyewa alat berat Rp500.000 per jam.

“Alat kita pake tiga jam, warga lewat memberi kami kurang lebih Rp70.000 untuk beli minum. Yang menyaksikan di lokosi ada Kepala Linggungan Tambayako, Kepala Lingkungan Sese dan Ketua RT Tambayako,” ucapnya, Minggu (9/2/2020).

Dia mengaku, masyarakat berinisiatif mengumpulkan uang untuk menyewa alat berat, karena pemarintah seakan tutup mata dengan kondisi jalan.

“Tahun lalu kita dijanjikan (jalan ini) akan dikerjakan, anggarannya masuk Di DAK. Tapi nyatanya anggaran tahun 2020 tidak masuk lagi,” ucapnya.

Dana itu berasal dari kontraktor yang malakukan pengambilan timbunan, yang mengakibatkan jalan becek.

Kontraktor itu menyumbang sekitar Rp2 juta untuk membeli timbunan untuk menutupi jalan yang berlubang.

Tapi warga perpikir lebih baik sewa alat berat untuk meratakan jalan yang berlubang dan sekaligus membuat saluran air.

“Yang dikerjakan cuma di lingkungan Tambayako, Jalan Mustafa Daeng Sirua sekitar 100 meter. Karena di sana yang rusak parah dan pas pendakian. Sudah banyak pengendara roda dua yang jatuh dan pengendara roda empat yang mundur, saat di tanjakan yang rusak,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jalanan tersebut dibangun secara swadaya mulai tahun 2017 sampai tahun 2018.

Warga lingkungan Sese bersama warga lingkungan Kayu Colo, membeli semen sekitar 200 Sak, sirtu dan sewa molen untuk digunakan mengecor jalan.

Ternyata jalan tersebut tidak bertahan lama, karena banyak mobil besar selalu melintasi jalan tersebut.

Editor : Nefri