BERITA TERKINIPOLITIK

Warganet Ramai-ramai Koreksi Monumen Kendang Tulungagung

×

Warganet Ramai-ramai Koreksi Monumen Kendang Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Monumen Kendang yang dibangun di persimpangan jalan Diponegoro dan jalan Ahmad Yani (Bundaran TT), Senin (6/3) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Warganet ramai-ramai menyerbu Monumen Kendang, yang diunggah oleh akun Instagram @ libriatan pada Senin (6/3/2023).

Beberapa komentar warga menyoroti soal desain dan makna dari Monumen Kendang tersebut. Seperti halnya akun @Irfan_fa*** yang menulis tentang bentuk dan ketinggian keberadaan Monumen Kendang.

“Luwih seneng sing lawas, luwih vintage luwih melekat ndek hati masyarakat eaaa,” kata akun @ IG Irfan_fa***.

Selain itu, ada juga yang pendapat tentang konsep yang diusung di monumen itu.

Konsep monumen kendangnya sih bagus ya, tp desain keseluruhannya lbh bagus yg sebelumnya, klo mnrt saya mending tetap dengan desain lama tapi ada penambahan kendang di tengahnya, trs tulisan Tulungagung lbh di pertegas lagi agar org2 dr luar kota pun dr kejauhan sdh bisa membaca dan tau “oh ini Tulungagung”….sekian pendapat dr saya,” ucap akun @libriatan.

“rodok kecewa jane mending gausah direnovasi lek mek ngunu karuan duit e nge ngaspal pretelon ngujang nganti rejagung aspal e kotak kotak koyok pancine makku bek tembelan,” jelas akun @sher***

Beda halnya dengan akun instagram @ayiksu**** yang memberikan apresiasi atas keberadaan Monumen Kendang tersebut.

“Bagus min, tp menurut q kurang gede,,jadi kurang iconic. Ya 7/10 lah,” ujarnya.

Menanggapi komentar warganet tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung Drs. Santoso, M.Si., mengatakan pembangunan monumen kendang ini tidak menggunakan anggaran dari Pemerintah kabupaten Tulungagung.

Leh ngono eman-eman biayane (Kalau begitu sayang sekali biayanya.red) digae ndandani aspal (Dibuat perbaikan jalan aspal.red). Bahwa Pemkab Tulungagung untuk pembuatan monumen reog kendang tidak mengeluarkan anggaran sepeser pun,” kata Kang San sapaan akrab dikonfirmasi, Senin (6/3/2023) Siang.

“Jadi ketika, ada masyarakat yang maido (Mencela.red) itu wajar apalagi saat ini dengan suhu politik tahun 2023 mulai memanas itu wajar,” imbuhnya.

Kang San menambahkan meskipun keberadaan monumen kendang ini menuai kritikan, pihaknya menganggap hal wajar, namun demikian masyarakat juga harus mengetahui dalam proses pembangunan tersebut memerlukan waktu cukup panjang dari semua aspek.

Sebelum pembangunan monumen kendang tersebut, sambung Kang San, pihaknya terlebih dahulu melakukan konsultasi dari berbagai pihak.

“Anggaran pembangunan ini menggunakan CSR (Corporate Social Responsibilty) Bank Jatim,” tambahnya.

“Jadi, proses pembuatan itu memerlukan waktu cukup panjang dari semua aspek, awalnya pihaknya sebenarnya rencana Tulungagung itu identik dengan tombak kiai pacet, namun akhirnya kita hilangkan,” sambungnya.

“Untuk bentuk dan ketinggian dan lain sebagainya itu sudah dikonsultasikan pada tokoh agama, budayawan, tokoh masyarakat, dan seniman,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut Kang San menjelaskan monumen kendang ini dikelilingi dengan batu marmer sejumlah 19. Hal itu merupakan simbol dari jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

“Jadi banyak makna yang terkandung didalamnya dan bisa dijelaskan satu per satu,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Reni Fatmawati, S.T., M.T., menambahkan bahwasanya pembangunan monumen kendang tersebut menggunakan CSR Bank Jatim senilai Rp. 350.000.000,-.

“CSR Bank Jatim 350 juta dengan 4 lampu dekoratif,” tambah Reni melalui keterangan resmi di aplikasi WhatsApp itu.

“Pengerjaan dimulai 1 Desember 2022, tapi terhenti menjelang nataru sampai 7 januari baru dikerjakan lagi,” imbuhnya.

“Yang jelas sekarang sudah mulai di uji coba tapi masih ada beberapa yang harus di evaluasi dan diaempurnakan,” katanya menambahkan.