BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARASPORT

Warisan Keemasan Sriwijaya FC Berpulang, Much Baryadi Tutup Usia

×

Warisan Keemasan Sriwijaya FC Berpulang, Much Baryadi Tutup Usia

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PAEMBANG – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Sumatera Selatan. Sosok penting di balik kejayaan Sriwijaya FC, H. Much Baryadi, meninggal dunia pada Senin malam (2/3/2026).

Informasi wafatnya mantan manajer yang dikenal sebagai arsitek kesuksesan Laskar Wong Kito itu dibenarkan oleh sahabat dekatnya, Untung Wijaya. Ia menyebut almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 21.00 WIB di RS Hermina Palembang setelah menjalani perawatan intensif.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Beliau meninggal dunia sekitar pukul sembilan malam di RS Hermina Palembang,” ujar Untung.

Sebelum dirawat di Palembang, Much Baryadi sempat menjalani pengobatan di Yogyakarta. Sekitar sepekan terakhir, ia dipindahkan ke Palembang hingga akhirnya berpulang.

Kepergian Much Baryadi bukan sekadar kehilangan seorang tokoh, tetapi juga hilangnya bagian penting dari sejarah emas Sriwijaya FC. Di bawah kepemimpinannya, klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu mencatat pencapaian luar biasa dengan meraih gelar ganda (double winner) pada musim 2007/2008.

Saat itu, Sriwijaya FC sukses menjuarai Liga Indonesia musim 2007/2008 dan mengangkat trofi Piala Indonesia tahun 2008. Prestasi tersebut mengukuhkan posisi klub sebagai salah satu kekuatan dominan di kancah sepak bola nasional.

Keberhasilan itu tak lepas dari kepiawaian manajemen yang dibangun Much Baryadi, serta dukungan skuad bertabur bintang seperti Keith Kayamba Gumbs, Carlos Renato Elias, Zah Rahan Krangar, Ngon A Djam, Maman Abdurrahman, Charis Yulianto, hingga Ferry Rotinsulu.

Kini, di tengah kondisi Sriwijaya FC yang tengah berjuang bangkit setelah terdegradasi ke Liga Nusantara (Liga 3), sosok Much Baryadi kembali dikenang sebagai simbol masa kejayaan yang sulit dilupakan.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari mantan pemain, pengurus klub, hingga suporter. Mereka mengenang almarhum sebagai figur yang penuh dedikasi dan memiliki peran besar dalam memajukan sepak bola di Sumatera Selatan.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, sekaligus warisan prestasi yang akan terus hidup dalam ingatan pecinta sepak bola.