MATTANEWS.CO,FAKFAK – Jaringan internet di wilayah pelaksanaan MTQ ke-9 tingkat Kabupaten Fakfak yang berlokasi di Distrik Tomage mengalami kelumpuhan.
Akibat kelumpuhan itu membuat wartawan mengalami kesulitan untuk mengakses informasi, Sabtu (26/6/2021).
Selain wartawan, kesulitan berkomunikasi melalui jaringan 4G juga dialami masyarakat, kafilah dan panitia di tempat pelaksanaan kegiatan MTQ.
Meski di lokasi MTQ terdapat layanan wifi, namun karena dipergunakan oleh banyak orang dalam waktu yang relatif bersamaan, sehingga jaringan tersebut tidak efektif dan cenderung lemot.
Akibatnya, voucher yang terlanjur dibeli, menjadi kurang bermanfaat.
“Waduh, kirim gambar hanya putar-putar saja,” ucap Ayu salah satu wartawati.
Tak hanya jaringan 4G yang terkendala, Untuk komunikasi suara juga mengalami kendala yang signifikan, Bahkan panitia pelaksana MTQ harus mencari jaringan yang cukup baik untuk bisa berkomunikasi melalui hp, pada titik titik tertentu, semisal di pinggir jalan, dibawah pohon, atau mepet tembok rumah, Sehingga kesulitan komunikasi ini berpengaruh pada koordinasi antar panitia pelaksana MTQ.
Inilah resiko beraktifitas di daerah yang masih minim sinyal 4G. Namun hambatan demikian tidak menyurutkan antusias wartawan dalam mengakses informasi meskipun melalui perjalanan kurang lebih 30 kilo meter demi mendapatkan sinyal 4G melalui jaringan wifi cukup bagus yang tersedia di SP 6 Distrik Bomberay kabupaten Fakfak, Propinsi Papua Barat.
“Pengiriman berita berupa data dan suara akhirnya cukup lancar saat dilakukan di salah satu warnet di SP 6 Distrik Bomberay, yang menyediakan layanan wi-fi,” ujar Mba Ayu.
Diketahui bahwa, Lokasi pelaksanaan MTQ ke-9 di SP 1 Distrik Tomage sendiri, diperkirakan berjarak 180an Km dari Kota Fakfak, jarak tersebut ditempuh dalam waktu 4 jam dengan kecepatan sedang.














