NUSANTARA

Waspada, Ditemukan Beredarnya Uang Palsu di Kota Waisai

×

Waspada, Ditemukan Beredarnya Uang Palsu di Kota Waisai

Sebarkan artikel ini

Reporter: Warto Warman

RAJA AMPAT, Mattanews.co – Masyarakat Kota Waisai harus waspada dengan peredaran uang palsu yang saat ini telah ditemukan di beberapa tempat.

Beredarnya uang palsu telah ditemukan di salah satu kios di depan Kantor Dinas Kebersihan dan tempat pengiriman uang di depan rumah makan Pramanan Kota Waisai itu terdiri dari pecahan seratus ribu rupiah.

Hal ini dibenarkan oleh pemilik kios di depan Dinas Kebersihan, Lausu (50 tahun) saat ditemui beberapa awak media, pada Kamis, (06/08/2020).

Lausu menerangkan, pada hari rabu (05/08) kemarin sekitar jam 11.00 WIT, kios miliknya di jaga oleh anaknya yang berusia sekitar 14 tahun didatangi oleh orang tak dikenal untuk belanja.

Seperti biasanya, Lausu selalu mengumpulkan uang hasil belanja untuk dihitung. Pada saat itu kemudian Lausu terkejut karena ternyata dari sejumah uang yang ada terdapat pecahan seratus ribu rupiah yang berbeda.

“Pada saat saya tutup kios dan mau hitung uang, ternyata ada yang beda. Setelah saya cocokkan dengan uang yang lain ternyata berbeda,” ucapnya.

Sementara di tempat lain, tepat di depan Rumah Makan Prasmanan Kota Waisai, salah satu pengusaha yang juga bergerak di jasa pengiriman uang, Dermon Sauyai juga mengalami hal yang sama.

Dermon mengatakan, pada hari selasa (04/08/2020) sekitar jam 5 sore, ada dua orang yang datang untuk mengirim uang dengan jumlah lima ratus ribu rupiah yang terdiri dari pecahan seratus ribu sebanyak lima lembar.

Pada saat mereka datang, ponakan dari Bermon yang berusia sekitar 15 tahun yang menjaga tempat usaha. Sempat ada obrolan antara pengirim dengan ponakan, karena terdapat dua lembar dari uang yang akan dikirim itu berbeda.

Pengirim berdalih bahwa itu adalah uang baru. Setelah selesai transaksi lalu mereka pergi meninggalkan tempat pengiriman uang tersebut. Dan setelah berselang beberapa saat baru diketahui oleh Bermon bahwa ternyata dari uang lima ratus ribu rupiah itu, terdapat dua lembar yang berbeda atau palsu.

“Kita sempat mengejar tapi tidak ketemu. Memang nominalnya kecil, tapi ini adalah kasus penipuan yang sangat serius,” kata Bermon Sauyai.

Dia berharap, pihak kepolisian harus begerak cepat agar kasus ini tidak sampai merebak di Kota Waisai. Hingga berita ini di tayangkan kedua korban belum melaporkan hal ini pada pihak Kepolisaian.

Editor : Chitet