MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program kerja produktif. Sepanjang tahun 2026, Lapas Sidoarjo berhasil memproduksi sebanyak 1.400 pieces cover tas yang dikerjakan langsung oleh WBP di Bengkel Kerja Lapas.
Kegiatan produksi dilaksanakan secara bertahap dengan pendampingan intensif dari petugas pembinaan kerja. Proses pengerjaan dimulai dari tahap pemotongan bahan, penjahitan, hingga finishing, yang seluruhnya dilakukan secara profesional dan terstruktur sesuai standar produksi.
Melalui kegiatan ini, para WBP tidak hanya memperoleh keterampilan teknis di bidang konveksi, tetapi juga dibentuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta etos kerja yang kuat. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian yang berorientasi pada bekal pasca-pembebasan.
Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo menyampaikan bahwa kegiatan kerja produktif ini merupakan bagian dari strategi pembinaan yang berkelanjutan, pada Rabu (11/2/2026).
“Program pembinaan kemandirian ini kami hadirkan sebagai wadah bagi Warga Binaan untuk mengasah keterampilan dan meningkatkan kepercayaan diri. Harapannya, ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, mereka sudah memiliki bekal kemampuan yang bisa dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha secara mandiri,” ujar Kalapas Sidoarjo.
Ia menambahkan, selain memiliki nilai ekonomi, produksi cover tas ini juga menjadi sarana pembentukan karakter dan mental positif bagi Warga Binaan.
“Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan di dalam lapas benar-benar memberikan dampak. Tidak hanya produktif secara hasil, tetapi juga membentuk pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi positif bagi lingkungan sosial,” tambahnya.
Lapas Kelas IIA Sidoarjo berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, berkelanjutan, dan selaras dengan tujuan sistem pemasyarakatan, yakni menciptakan manusia yang lebih baik serta mampu kembali menjadi bagian yang produktif di tengah masyarakat.














