Reporter: Faldy
PALEMBANG, Mattanews.co – Speciality Coffee Association Of Indonesia (SCAI) Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Ngopi Sore Bareng, sekaligus membahas tentang seputaran cita rasa kopi di setiap wilayah Sumsel.
Kegiatan yang sudah empat kali dilakukan ini, dikatakan Ketua SCAI Sumsel Iqbal Rudianto, adalah suatu gerakan moral dari SCAI terutama di Sumsel untuk menaikkan pengetahuan tentang kopi, bukan hanya masalah banyaknya kopi yang dihasilkan oleh petani di Sumsel namun bagaimana itu bisa menaikkan derajat kopi Sumsel itu sendiri.
“Fun Cupping Ini semacam edukasi yang kita berikan untuk masyarakat Sumsel terutama pemilik kedai kopi, bagaimana mereka bisa mengenal cita rasa kopi itu,” ujar Iqbal, di Guns Cafe Palembang, Jumat (11/9/2020).
“Ada 13 Sampel kopi dari berbagai daerah di Sumsel yang kita hadirkan disini, teman-teman kedai kita langsung ajarkan bagaimana mengenal kopi itu dari penciuman dan rasanya,” lanjutnya.
Dikatakan Iqbal juga, fakta yang terjadi sekarang ini, Sumsel merupakan penghasil kopi terbesar di Indonesia namum belum bisa menanamkan brand yang kuat di pasaran.
“Inilah yang akan terus kita lakukan, mengenalkan kopi khas Sumsel dengan cita rasa istimewanya, dan kopi kita memang punya ciri khas dan karakter yang unggul,” terangnya.
“Banyak sekali teman-teman kedai kopi mempertanyakan permasalahan itu, dan akan terus kita dorong hal ini,” jelasnya.

Menurutnya, memang permasalahan branding ini tidak bisa satu pihak saja tapi itu melibatkan kolaborasi semua pihak baik itu dari kepala daerah, warga dan dari hulunya yakni petani penggiat dan lainnya sampai ke hilir seperti pemilik kedai kopi dan teknik pemasarannya.
“Kalau seandainya branding itu berproses, saya yakin kopi kita bisa loncat naik kelas di era digital sekarang ini,” katanya.
“Benturan kita cuma satu komitmen kepala daerah, mau ga kita sama-sama menaikkan nama kopi Sumsel,” tambahnya.
Iqbal mengatakan kwalitas kopi Sumsel lewat Fun Cupping ini, sudah di tes baik itu aroma, rasanya, serta teksturnya dan pihaknya juga khusus mendatangkan Ketua SCAI Nasional, yang memegang sertifikat Q Grader yang mampu mengevaluasi keseluruhan dari atribut yang terdapat dalam kopi, untuk langsung memberikan stament tetang rasa kopi khas Sumsel ini.
“Dari 13 Sampel itu, 12 dinyatakan baik dan 3 diantaranya punya kwalitas terbaik, inikan sebuah pernyataan yang kuat, bahwa rasa kopi kita tak kalah dengan kopi lain di Indonesia,” ulasnya.
Semua orang sudah mengakui kwalitas kopi Sumsel ini, untuk itu marilah kita sama-sama angkat kebanggaan ini kepermukaan, kita sudah lelah dengan uforia mengenalkan banyaknya kopi Sumsel, sekarang dengan moment-moment sekecil apapun mari kita angkat juga cita rasanya.
Lewat momentum pandemi inilah yang harus bisa dimanfaatkan, dengan latar belakang kondisi ekspor kopi yang menurun, kita bisa lebih fokus memikirkan langkah ke depan, minimal orang yang ada di hulu dan hilir Sumsel bersama-sama mempromosikan itu.
“Kalau branding rasa sudah mengakar di dunia, tentunya seluruh Sumsel bisa menikmati hasilnya baik itu pemerintah dan petani kopi di Sumsel,” terang Iqbal.

Sementara itu, Ketua SCAI Nasional sekaligus pemegang sertifikat Q Grader, Syafrudin menjelaskan hasil tester 13 kopi yang diujicoba tadi, Sumsel sudah sangat layak sekali menjadi top taste dalam hal cita rasa.
Kwalitas kopi dari robusta dan arabika nya punya karakter khusus yang tak dimiliki kopi-kopi lain di Indonesia, ini merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Sumsel.
“Aromanya khas, cita rasanya “Waaow”, ini mutu yang sangat baik menurut saya,” jelas Syaf.
Syafruddin menilai, kopi Sumsel ini menarik sekali, baik itu dari aromanya ada yang wangi seperti rempah-rempah sampai rasa yang ditawarkannya pun ada yang seperti buah.
“Saya rasa ini sangat menjual sekali terutama di Indonesia dan saya sangat yakin dengan cita rasa ini mampu membawa kopi Sumsel juga mendunia,” tandasnya.
Editor: Fly














