BERITA TERKININUSANTARA

Wujudkan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat, Anggota Satgas Pamtas Yonarmed 10/ Bradjamusti Bantu Warga Desa Seriang Nugal Ladang

×

Wujudkan Kemanunggalan TNI Dengan Rakyat, Anggota Satgas Pamtas Yonarmed 10/ Bradjamusti Bantu Warga Desa Seriang Nugal Ladang

Sebarkan artikel ini
Anggota Satgas Pamtas Yonarmed 10/Bradjamusti bersama masyarakat Desa Seriang Nugal Ladang, Selasa (5 September 2023) Foto: Bayu Hary Widodo - Penyonif Yonarmed 10/Bradjamusti)

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Kehadiran TNI ditengah masyarakat yang saat ini mengemban tugas di wilayah perbatasan RI -Malaysia wilayah Kabupaten Kapuas Hulu terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat lokal.

Satgas Pamtas Yonarmed 10/ Bradjamusti misalnya, satuan tugas yang dikomandoi Mayor Arm Ady Kurniawan, M.Han ini terus menunjukkan kepedulianya untuk membantu masyarakat di Desa Seriang Kecamatan Badau Kabupaten Kapuas Hulu, termasuk ikut masyarakat menanam padi dengan cara tradisional di ladang masyarakat setempat.

Tradisi atau kearifan lokal masyarakat Suku Dayak ini memang dilakukan hanya sekali dalam setahun, pada saat musim berladang tiba, masyarakat akan melaksanakan mulai dari pembersihan lahan kemudian bercocok tanam dengan istilah masyarakat setempat Menugal.

Dalam rangka mewujudkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat dan menghormati Adat istiadat desa binaannya personel Satgas Pamtas Ri – Malaysia Yonarmed 10/ Bradjamusti Pos Seriang membantu warga sekitar menanam padi ( Nugal ) yang bertempat di Ladang masyarakat desa Seriang, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Selasa (5/9/2023).

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Ri – Malaysia Yonarmed 10/ Bradjamusti Mayor Arm Ady Kurniawan, M.Han dalam rilis tertulisnya di Makotis Badau.

“Sebagai bentuk kebersamaan dan juga kepedulian satgas terhadap ketahanan pangan masyarakat di perbatasan kita membantu warga dalam hal bercocok tanam, salah satunya adalah menanan padi yang disebut dengan ‘Nugal’ yang dilaksanakan di lahan perkebunan milik warga di Desa Seriang,” ujar Dansatgas.

Nugal merupakan tradisi turun temurun suku Dayak tersebut, dilakukan setelah beberapa hari lahan telah selesai dibersihkan dengan cara dibakar. Abu dari hasil pembakaran tersebut tidak dibuang, melainkan dijadikan sebagai pupuk alami yang dipercaya untuk menyuburkan dan menjaga keseimbangan keasaman tanah.

Sementara itu, Danpos Seriang Serka Azis menjelaskan bahwa Masyarakat adat di Desa Seriang masih mempertahankan cara menanam padi disebut nugal sebagai warisan turun temurun dari leluhur.

“Kebersamaan dan semangat gotong royong yang terjalin pada saat menugal padi itu seperti roh tersendiri bagi masyarakat adat,” tambah Danpos Seriang

Pada kesempatan tersebut, Iman (35) salah satu petani yang ikut dalam kegiatan menanam padi bersama personel Satgas Pamtas Ri – Malaysia Yonarmed 10/ Bradjamusti mengucapkan terima kasih kepada Anggota TNI Yonarmed 10/ Bradjamusti karena sudah mau membantu masyarakat dalam kegiatan menanam padi di desanya.

“Terima kasih kepada bapak TNI yang sudah membantu kami dalam kegiatan menanam padi di desa kami, semoga kebersamaan ini akan terus terjalin dengan baik antara masyarakat dan juga personel pamtas,” ucap Iman. (*)