MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Yayasan Tunas Lestari Sejahtera (YTLS) yang mengelola sekolah-sekolah di bawah naungan Karyamas Plantation, terus berkomitmen mendukung akses pendidikan bagi anak-anak karyawan maupun masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, yayasan tersebut tercatat telah membina 30 sekolah yang tersebar di wilayah perkebunan Karyamas di Kabupaten Kapuas Hulu dan Sintang.
Koordinator Sekolah Karyamas Plantation, Hendra Agatama, menjelaskan, dari total 30 sekolah itu terdiri atas 14 Taman Kanak-Kanak (TK), 13 Sekolah Dasar (SD), dan 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Sekolah-sekolah ini tidak memungut biaya apapun dari orang tua siswa. Seluruh biaya operasional ditanggung oleh perusahaan, sehingga anak-anak karyawan maupun masyarakat sekitar dapat mengenyam pendidikan berkualitas secara gratis. Pemerintah juga memberikan dukungan berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS),” terang Hendra Jumat (19/9/2025)
Hendra mengakui, dalam pelaksanaan pendidikan pihaknya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan akses transportasi dan sarana belajar modern. Namun demikian, perusahaan terus berupaya mencari solusi.
“Kami menyediakan fasilitas transportasi, merekrut guru secara selektif, serta melengkapi kebutuhan belajar siswa. Dukungan pemerintah sangat kami harapkan, khususnya dalam hal regulasi dan kemudahan penerbitan izin operasional dan NPSN. Kami juga berharap ada perhatian untuk pengembangan guru dan kepala sekolah melalui program PPG maupun tunjangan profesi,” ungkapnya.
Sebagai sekolah yang berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), YTLS juga mengharapkan prioritas bantuan sarana belajar dari pemerintah.
Adapun proses penerimaan siswa baru dilakukan secara terbuka setiap tahun ajaran. Anak-anak karyawan maupun masyarakat sekitar kebun dapat mendaftar melalui seleksi administratif sederhana agar semua anak memperoleh kesempatan yang sama untuk bersekolah.
Sekolah-sekolah YTLS mengacu pada kurikulum nasional sesuai ketentuan pemerintah. Selain itu, ditambahkan pula program penguatan karakter, kepedulian lingkungan, literasi, dan numerasi.
“Guru-guru juga rutin mengikuti pelatihan agar kualitas pembelajaran terus meningkat,” tambah Hendra.
Lebih lanjut, YTLS bersama perusahaan secara berkelanjutan mendukung pengembangan fasilitas pendidikan, antara lain pembangunan ruang kelas, pengadaan buku dan alat peraga, penyediaan rumah dinas guru, dukungan transportasi, hingga teknologi pendidikan.
Sekolah-sekolah di bawah naungan YTLS juga aktif mengembangkan ekstrakurikuler seperti pramuka, olahraga, kesenian, keterampilan hidup (life skills), serta kegiatan lingkungan hidup.
“Setiap sekolah minimal memiliki empat kegiatan ekstrakurikuler, dengan pramuka sebagai salah satu yang wajib,” jelasnya.
Selain itu, sekolah-sekolah binaan YTLS turut menjalin komunikasi dan kerja sama erat dengan orang tua siswa serta masyarakat sekitar.
“Kolaborasi ini penting agar pendidikan berjalan selaras antara sekolah, keluarga, dan lingkungan,” pungkas Hendra.














