BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Yudha ‘Ngaku’ Nekat Curi Motor Untuk Foya-Foya dan Boking Cewek

×

Yudha ‘Ngaku’ Nekat Curi Motor Untuk Foya-Foya dan Boking Cewek

Sebarkan artikel ini

* Polisi masih kejar dua pelaku lainnnya

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Yudha Pratama (20) mengaku sudah sembilan kali mencuri sepeda motor di Kota Palembang, hanya untuk foya-foya dan boking cewek. Tersangka yang berdomisili di Jalan Brigjen Dr H Noesmir Lorong Swa Dharma, Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami itu terpaksa mendekam dibalik jeruji besi sel tahanan Polsek Sukarami Palembang, Kamis (26/9/2024).

Tak hanya mengamankan tersangka Yudha, Dedi Asmaran dan Marshal, dua penadah sepeda motor curian pun diamankan petugas berikut barang bukti, empat unit sepeda motor Honda Beat hasil curian, beberapa kaleng cat semprot, pakaian yang digunakan pelaku.

“Jadi dalam aksinya, tersangka Yudha dibantu kedua rekannya yang kini masih kami kejar. Mereka berbagi tugas, namun Yudha berperan sebagai pemetik. Menurut pengakuan tersangka, hasil kejahatannya dipergunakan untuk hura-hura dan ngamar sama perempuan di hotel,” ungkap Kapolsek Sukarami Kompol M Ikang Ade Putra saat press release.

Kapolsek Sukarami menjelaskan, tersangka Yudha mengaku sudah sembilan kali mencuri sepeda motor. Dan hasil curiannya kebanyakan berada di Musi Banyuasin, Sumsel.

“Tersangka ini menjual sepeda motornya ke Marshal. Untuk satu sepeda motor paling murah Rp 4 juta, kemudian dari tangan Marshal ‘disulap’ dengan cara dicet dan dipreteli. Masing-masing penadah mendapat upah Rp 200 ribu,” ujarnya.

Orang nomor satu di Polsek Sukarami itu menerangkan, aksi bandit curanmor yang dilakoni Yudha dan rekan, khususnya di Wilkum Sukarami, tercatat ada tiga Laporan Polisi.

“Kini masih kembangkan terus keterangan tersangka dan penadah, karena kedua rekannya masih kami kejar,” tuturnya.

Sementara, lanjut kapolsek, untuk motif pencurian motor yang dilakukan tersangka ini, tidak lain mematahkan stang sepeda motor.

“Modusnya dengan mematahkan stang, didorong beberapa meter, setelah itu barulah dihidupkan,” tukasnya.