MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Upaya mencegah penyebaran rabies di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia diperkuat. Sebanyak 35 ekor hewan mendapat vaksinasi rabies dan pemeriksaan kesehatan secara gratis yang digelar Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Barat, Satuan Pelayanan PLBN Badau, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BKHIT Kalimantan Barat Satuan Pelayanan PLBN Badau dalam rangka memperingati World Rabies Day dengan tema “Stronger Together”, sekaligus menyambut HUT Karantina ke-149.
Dari total 35 hewan yang mendapat pelayanan, tercatat 32 ekor kucing, dua ekor anjing dan satu ekor monyet. Selain vaksinasi rabies, hewan yang dibawa masyarakat juga menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas.
Kegiatan ini menjadi bentuk pelayanan langsung Karantina kepada masyarakat sekaligus langkah preventif untuk menekan risiko penyebaran rabies, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki mobilitas manusia dan lalu lintas hewan cukup tinggi.
Kepala BKHIT Kalimantan Barat, Ferdi, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang membawa hewan peliharaan mereka untuk mendapatkan pemeriksaan dan vaksinasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasi dan kepeduliannya terhadap kesehatan hewan. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya bersama mencegah penyebaran rabies,” ujar Ferdi.
Ia berharap vaksinasi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, dibarengi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan.
“Harapan kami, melalui vaksinasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan meningkatnya kesadaran masyarakat, Kecamatan Badau dapat menjadi kawasan perbatasan yang semakin terlindungi dan bebas dari rabies,” katanya.
Dikatakan Ferdi, tema “Stronger Together” dalam peringatan World Rabies Day memiliki pesan penting bahwa pencegahan rabies membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
Tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Pemilik hewan dan masyarakat juga memiliki peran penting, mulai dari memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi hingga segera memeriksakan hewan apabila menunjukkan gejala yang mencurigakan.
Selain vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan hewan, petugas BKHIT Kalimantan Barat juga memberikan sosialisasi perkarantinaan kepada masyarakat yang hadir.
“Materi sosialisasi meliputi fungsi dan peran Karantina di kawasan perbatasan, ketentuan lalu lintas hewan, ikan dan tumbuhan beserta produk turunannya, serta kewajiban melaporkan dan memeriksakan komoditas yang dibawa melalui PLBN Badau, “kata Ferdi.
Menurut Ferdi, edukasi ini dinilai penting karena Badau merupakan salah satu pintu perbatasan yang memiliki aktivitas lalu lintas orang dan komoditas antara Indonesia dan Malaysia.
“Pemahaman masyarakat terhadap ketentuan karantina diharapkan dapat mencegah masuk, keluar maupun tersebarnya hama dan penyakit hewan, ikan serta tumbuhan yang berpotensi mengganggu kesehatan, lingkungan dan perekonomian, “ucapnya.
Ferdi menegaskan, momentum HUT Karantina ke-149 juga menjadi pengingat bahwa keberadaan Karantina tidak semata-mata berkaitan dengan pemeriksaan komoditas di pintu masuk dan keluar negara.
Pelayanan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari tugas tersebut.
“Kami ingin Karantina semakin dekat dengan masyarakat. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang vaksinasi, tetapi juga tentang membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan hewan dan mematuhi ketentuan karantina merupakan bagian dari upaya bersama melindungi kawasan perbatasan dan Indonesia secara keseluruhan,” tegasnya.
Kemudian, antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Hewan peliharaan mulai dari kucing, anjing hingga monyet dibawa ke lokasi untuk mendapatkan pemeriksaan dan vaksinasi.
“Di sela pelayanan, petugas juga memberikan edukasi kepada pemilik hewan mengenai pentingnya mengenali kondisi kesehatan hewan serta melakukan pencegahan rabies sejak dini, “tutur Ferdi.
Ditambahkan Ferdi, melalui kegiatan tersebut, BKHIT Kalimantan Barat berharap semangat “Stronger Together” tidak berhenti pada momentum World Rabies Day.
“Kolaborasi antara pemerintah, petugas Karantina dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan kawasan perbatasan Badau yang sehat, aman dan semakin terlindungi dari ancaman rabies, “pungkasnya mengakhiri. (*)














