BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

674 Peserta Lolos Rikkes II, Kapolda Sumsel Tegaskan Rekrutmen Polri Bebas Titipan dan Percaloan

×

674 Peserta Lolos Rikkes II, Kapolda Sumsel Tegaskan Rekrutmen Polri Bebas Titipan dan Percaloan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sebanyak 1.674 peserta seleksi penerimaan Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 di wilayah Polda Sumatera Selatan dinyatakan lolos dan berhak mengikuti Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II. Palembang, Jumat (5/6/2026).

Hasil tersebut ditetapkan dalam Sidang Menuju Pemeriksaan Kesehatan Tahap II Penerimaan Terpadu Polri yang dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., di Gedung Golden Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Dari total 3.684 pendaftar yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 1.674 peserta berhasil memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya. Sidang yang dimulai pukul 16.00 WIB itu menjadi salah satu tahapan krusial dalam rangkaian penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026.

Pelaksanaan sidang dilakukan secara hibrida guna menjamin keterbukaan dan akses yang merata bagi seluruh peserta. Sebanyak 523 peserta mengikuti sidang secara langsung di Gedung Golden Sriwijaya Jakabaring, terdiri dari 132 peserta Akpol, 359 peserta Bintara, dan 32 peserta Tamtama. Sementara 1.151 peserta lainnya mengikuti sidang secara daring dari Polres jajaran Polda Sumsel.

Berdasarkan hasil sidang, sebanyak 132 calon Taruna dan Taruni Akpol dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti Pemeriksaan Kesehatan Tahap II, terdiri dari 118 pria dan 14 wanita.

Pada jalur Bintara, sebanyak 1.393 peserta dinyatakan lolos, dengan rincian 1.233 peserta Bintara PTU/SPKT, 94 peserta Bintara Intelijen, 29 peserta Bintara Kompetensi Khusus, dan 37 peserta Bintara Polair. Sedangkan pada jalur Tamtama, sebanyak 149 peserta berhasil melaju ke tahap berikutnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Inspektur Pengawasan Daerah Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., selaku Ketua Tim Pengawas Umum, Kepala Biro SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, S.I.K., M.Si., selaku Ketua Pelaksana, serta para pejabat utama dan tim pengawas penerimaan terpadu Polri Tahun Anggaran 2026.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menegaskan seluruh proses seleksi dilaksanakan dengan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Ia juga mengingatkan peserta dan orang tua agar tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Masuk menjadi anggota Polri bukan hanya karena pintar atau tidak pintar, tetapi karena siapa yang lebih siap, maka dialah yang akan terpilih. Saya tegaskan kepada seluruh peserta dan orang tua, jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang. Proses seleksi ini gratis dan dilaksanakan secara objektif sesuai kemampuan masing-masing peserta,” tegas Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho.

Kapolda juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil agar menjadikan hasil seleksi sebagai bahan evaluasi untuk persiapan yang lebih baik di masa mendatang.

“Bagi yang belum berhasil, jangan berputus asa. Jadikan ini sebagai pengalaman dan motivasi untuk memperbaiki diri. Masih banyak kesempatan pengabdian kepada bangsa dan negara melalui berbagai profesi lainnya. Sedangkan bagi yang berhasil melanjutkan ke tahap berikutnya, tetap jaga kesehatan, disiplin, dan integritas karena perjalanan masih panjang,” tambahnya.

Pelaksanaan seleksi yang profesional dan transparan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Presisi Polri yang diinisiasi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Melalui sistem berbasis kompetensi dan meritokrasi, Polri berupaya menghasilkan sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan tugas kepolisian di masa depan.

Di tingkat nasional, proses rekrutmen yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme juga menjadi bagian dari agenda reformasi birokrasi dalam membangun institusi negara yang profesional dan berintegritas. Karena itu, setiap tahapan penerimaan dilaksanakan secara terbuka serta diawasi oleh pengawas internal maupun eksternal.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa seluruh peserta yang lolos merupakan hasil seleksi berdasarkan kemampuan masing-masing.

“Polda Sumatera Selatan memastikan seluruh tahapan penerimaan dilaksanakan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Setiap peserta yang dinyatakan lolos adalah mereka yang berhasil melalui proses seleksi berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan kesiapan masing-masing. Tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada praktik percaloan dalam rekrutmen Polri,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Polda Sumsel memastikan seluruh tahapan lanjutan Penerimaan Terpadu Polri Tahun Anggaran 2026 akan terus dilaksanakan secara profesional, objektif, dan berintegritas guna menghasilkan calon anggota Polri yang unggul, adaptif, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara.