MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Sedikitnya 883 peserta mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap II, di lingkungan pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.
“Seperti apa yang telah dilaporkan oleh kepala BKPSDM kabupaten Kapuas Hulu, total peserta seleksi kompetensi (P3K) tahap II lingkungan Pemkab Kapuas Hulu berjumlah 883 orang,” kata Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan saat pembukaan segel ruang tes seleksi di SMKN Putussibau, Kamis (24/4/2025).
Lanjut Bupati, melalui proses ini nantinya dapat terpilih calon PPPK yang betul – betul berkualitas, kopeten dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan kabupaten Kapuas Hulu.
“Diinformasikan juga bahwa peserta PPPK tahap 1 yang dinyatakan lulus dan sedang berproses usulan nomer induknya sebanyak 1.036 orang dan peserta dari CPNS sebanyak 163 orang,” tutur bang Sis, panggilan akrab bupati.
Dijelaskan Bang Sis, jumlah formasi P3K tahun 2024 yang diajukan tentunya telah mempertimbangkan data eksisting tenaga non ASN yang telah mengabdi di kabupaten Kapuas Hulu.
“Dengan harapan bapak dan ibu sekalian mendatang tetap terus mengabdi, namun dengan status baru yaitu sebagai aparatur sipil negara,” ujar bang Sis.
Oleh karena itu, bang Sis meminta kepada seluruh peserta seleksi PPPK tahap II ini untuk tetap serius mengerjakan soal test dengan baik, agar upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dapat dimanfaatkan dengan baik dan apa yang menjadi tujuan penataan non ASN dapat berhasil sesuai perencanaan.
“Dengan ketersediaan para ASN ini nantinya, baik yang dari PPPK maupun dari CPNS diharapkan akan memberikan dampak positif bagi produktifitas kinerja pemerintah daerah, baik dalam aspek layanan publik, pelaksanaan birokrasi maupun pembangunan fisik non fisik di Kabupaten Kapuas Hulu,” urainya.
Untuk itu, Bupati berpesan kepada panitia pelaksana, khususnya panitia seleksi daerah untuk dapat bekerja secara profesional dan humanis.
“Melihat informasi melalui berita di media online pada pelaksanaan pengadaan calon aparatur sipil negara tahun lalu se Indonesia, adanya ditemukan penggunaan joki dibeberapa daerah, hal ini tentunya menciderai semangat persaingan yang sehat dalam pengadaan seleksi CASN,” papar Bupati.
Maka dari itu, kepada panitia pelaksana kegiatan agar teliti dan seksama.
“Mulai dari memastikan kebenaran data peserta yang mengikuti seleksi sampai dengan penegakan tata tertib seleksi,” pungkasnya.














